YouTuber Gugat Snap dan Perusahaan AI atas Penggunaan Video tanpa Izin
Courtesy of TechCrunch

YouTuber Gugat Snap dan Perusahaan AI atas Penggunaan Video tanpa Izin

Mengungkap dan menghentikan pelanggaran hak cipta video YouTube yang digunakan secara ilegal untuk melatih AI, serta menuntut ganti rugi dan larangan penggunaan konten tanpa izin dalam pengembangan AI oleh perusahaan teknologi.

27 Jan 2026, 04.43 WIB
180 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • YouTuber menggugat Snap karena penggunaan konten mereka tanpa izin.
  • Gugatan ini menyoroti masalah hak cipta terkait penggunaan AI dan konten kreator.
  • Kasus ini merupakan bagian dari tren lebih luas mengenai tuntutan hukum terhadap perusahaan teknologi terkait penggunaan konten.
Los Angeles, Amerika Serikat - Sekelompok YouTuber yang memiliki jutaan pengikut mengajukan gugatan terhadap Snap dan perusahaan teknologi besar lainnya karena dituduh menggunakan video mereka untuk melatih sistem kecerdasan buatan tanpa izin. Video tersebut diduga digunakan secara komersial padahal dibatasi oleh ketentuan YouTube.
Gugatan ini secara khusus menyoroti penggunaan dataset HD-VILA-100M yang semula hanya diperuntukkan bagi penelitian akademis, namun digunakan oleh Snap untuk fitur AI seperti Imagine Lens yang dapat mengubah gambar berdasarkan perintah teks.
Tuntutan hukum diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di California, dengan tuntutan ganti rugi dan perintah untuk melarang pelanggaran lebih lanjut terhadap hak cipta para kreator video tersebut.
Kasus ini merupakan bagian dari rangkaian litigasi yang sedang berkembang di mana para kreator konten dan penerbit hak cipta lainnya menuntut perusahaan-perusahaan AI terkait pelanggaran hak cipta secara sistematis dalam penggunaan data pelatihan AI.
Ke depan, kasus ini dapat memengaruhi kebijakan penggunaan data untuk pelatihan model AI dan memperkuat perlindungan hak cipta digital, sehingga perusahaan teknologi perlu lebih berhati-hati dan transparan dalam menggunakan konten pihak ketiga.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/26/youtubers-sue-snap-for-alleged-copyright-infringement-in-training-its-ai-models/

Analisis Ahli

Pamela Samuelson (Profesor Hukum dan Hak Kekayaan Intelektual di UC Berkeley)
"Kasus ini mencerminkan perlunya pembaruan hukum hak cipta yang lebih jelas mengenai data pelatihan AI karena celah eksploitatif yang saat ini dimanfaatkan oleh perusahaan teknologi besar."
Ryan Calo (Ahli Hukum Teknologi dan AI)
"Gugatan semacam ini menandai awal dari penegakan hak kekayaan intelektual yang lebih serius di ranah digital dan dapat mendefinisikan ulang batas penggunaan data untuk pengembangan AI di masa depan."

Analisis Kami

"Ini adalah titik balik penting dimana kreator konten mulai menuntut keadilan atas penggunaan karya mereka oleh teknologi AI tanpa persetujuan ataupun kompensasi. Jika perusahaan teknologi tidak segera mengatur ulang cara mereka mengakses dan menggunakan data, ini bisa memicu banyak gugatan dan memperlambat kemajuan industri AI secara luas."

Prediksi Kami

Kasus ini kemungkinan akan memperkuat regulasi terkait penggunaan konten untuk pelatihan AI dan memaksa perusahaan teknologi memperhatikan hak cipta secara ketat atau melakukan penyelesaian melalui ganti rugi.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa yang menggugat Snap dan mengapa?
A
Para YouTuber yang memiliki saluran dengan total 6,2 juta pelanggan menggugat Snap karena diduga menggunakan konten video mereka tanpa izin.
Q
Apa yang dituduhkan kepada Snap dalam gugatan ini?
A
Snap dituduh telah melatih sistem AI-nya menggunakan konten video dari YouTuber untuk fitur seperti Imagine Lens, melanggar hak cipta dan ketentuan layanan YouTube.
Q
Apa tujuan dari gugatan yang diajukan oleh para YouTuber?
A
Gugatan ini bertujuan untuk meminta ganti rugi dan menghentikan pelanggaran hak cipta yang terjadi.
Q
Siapa saja terdakwa lain dalam gugatan serupa?
A
Terdakwa lain dalam gugatan serupa termasuk Nvidia, Meta, dan ByteDance.
Q
Apa yang menjadi fokus utama dalam kasus ini?
A
Fokus utama dalam kasus ini adalah penggunaan konten video oleh perusahaan teknologi tanpa izin dari pembuat konten.