Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penulis Tuntut Perusahaan AI Karena Latih Model Dengan Buku Bajakan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
24 Des 2025
1142 dibaca
2 menit
Penulis Tuntut Perusahaan AI Karena Latih Model Dengan Buku Bajakan

TLDR

Ada gugatan baru terhadap perusahaan AI mengenai pelanggaran hak cipta.
Penyelesaian sebelumnya dianggap tidak memadai oleh beberapa penulis.
Keputusan hakim sebelumnya menyoroti kompleksitas hukum seputar penggunaan konten berhak cipta dalam pelatihan AI.
Sejumlah penulis, termasuk John Carreyrou, mengajukan gugatan terhadap beberapa perusahaan AI besar seperti Anthropic, Google, OpenAI, Meta, xAI, dan Perplexity. Mereka menuduh perusahaan-perusahaan ini menggunakan salinan buku bajakan untuk melatih model kecerdasan buatan mereka tanpa izin. Pelatihan model dengan data bajakan merupakan masalah serius yang menyentuh perlindungan hak cipta dan keadilan bagi para penulis.Kasus ini mengingatkan kita pada gugatan sebelumnya yang juga melibatkan Anthropic. Hakim memutuskan bahwa pelatihan model AI menggunakan buku bajakan itu legal, tetapi membajak buku tersebut sebelumnya tetap ilegal. Meskipun beberapa penulis menerima kompensasi sekitar 3,000 dolar dari penyelesaian klaim senilai 1,5 miliar dolar, banyak yang merasa jumlah tersebut tidak cukup untuk menebus kerugian dan pelanggaran hak cipta.Para penggugat dalam gugatan baru ini menilai penyelesaian yang ada hanya menguntungkan perusahaan AI, tidak memberikan keadilan bagi para kreator yang karyanya dicuri. Mereka meminta agar perusahaan AI tidak bisa dengan mudah menghapus puluhan ribu klaim berharga hanya dengan membayar harga murah, dan menegaskan pentingnya menghargai hak cipta dan karya kreator.Perusahaan AI memang menghasilkan keuntungan besar dengan model yang dilatih menggunakan karya-karya berkualitas milik para penulis. Gugatan ini menjadi dorongan penting supaya perusahaan teknologinya lebih bertanggung jawab dalam menggunakan materi pelatihan. Para kreator menginginkan ganti rugi yang sepadan dan aturan yang jelas agar pelanggaran hak cipta tidak terus dibiarkan.Kasus ini berpotensi mempengaruhi masa depan pengembangan kecerdasan buatan dan regulasi hak cipta. Diharapkan ada peraturan yang lebih ketat dan adil sehingga perusahaan AI bisa terus inovasi tanpa merugikan para penulis dan pencipta konten. Perjuangan para penulis menunjukkan bahwa hak cipta di dunia digital harus dilindungi dan dihormati.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.