AI summary
TikTok mengalami masalah besar setelah penjualan lengan AS-nya, termasuk kesulitan dalam mempublikasikan konten. Perubahan kepemilikan TikTok di AS ke Oracle menimbulkan kekhawatiran tentang moderasi konten dan pengumpulan data. Protes terhadap ICE dapat mempengaruhi bagaimana konten politik ditangani di platform setelah perubahan kepemilikan. TikTok baru saja mengalami masalah besar pada akhir pekan pertama setelah operasi mereka di Amerika Serikat resmi dijual ke konsorsium baru. Banyak pengguna di AS melaporkan kesulitan mengunggah video yang kemudian terjebak dalam proses peninjauan tanpa batas waktu yang jelas.Video yang diunggah dari luar AS bisa dilihat oleh pengguna luar AS saja, sementara pengguna di dalam AS tidak dapat mengakses video baru tersebut. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan perlakuan pada konten berdasarkan lokasi pengguna, yang menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran tentang sensor.Masalah yang muncul tidak hanya soal upload video, tetapi juga sulitnya login, personalisasi algoritma For You Page yang menurun, serta gangguan pada fitur lain seperti komentar dan video editor CapCut. Ini semakin memperlihatkan bahwa masalahnya cukup luas dan memengaruhi berbagai fungsi aplikasi.Sebelumnya, TikTok AS telah beralih kepemilikan ke konsorsium yang melibatkan Oracle dan Larry Ellison, sebagai solusi bagi ancaman larangan TikTok di AS. Konsorsium ini kini mengontrol moderasi konten dan berencana melatih ulang algoritma berdasarkan data pengguna di AS, yang menimbulkan kekhawatiran akan sensor yang lebih ketat dan potensi pengaruh politik.Hingga saat ini, TikTok belum memberikan konfirmasi resmi terkait gangguan ini. Pengguna di AS dan berbagai pihak menunggu solusi dan penjelasan tentang masalah teknis dan kebijakan yang muncul agar kepercayaan dan kenyamanan penggunaan dapat dipulihkan.
Masalah ini menunjukkan kompleksitas transisi kepemilikan TikTok di AS yang tidak hanya teknis tapi juga politis. Dengan kontrol moderasi yang kini berada di tangan konsorsium AS, transparansi dan keadilan algoritma akan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan pengguna AS.