TikTok Akhirnya Jual Bisnis AS, Oracle dan Investasi Lokal Kuasai 45%
Teknologi
Keamanan Siber
19 Des 2025
208 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
TikTok akan dijual kepada konsorsium yang dipimpin oleh Oracle dan Silver Lake.
Kesepakatan ini merupakan hasil dari tekanan regulasi dari pemerintah AS terkait keamanan data.
Algoritma TikTok di AS akan diatur oleh Oracle dan dilatih menggunakan data pengguna dari AS.
TikTok telah menyelesaikan kesepakatan penting untuk menjual bisnisnya di Amerika Serikat. Kesepakatan ini diumumkan oleh CEO TikTok, Shou Zi Chew, dalam sebuah memo kepada karyawan. Proses penjualan ini bertujuan agar TikTok dapat terus beroperasi di pasar AS yang sangat penting bagi pertumbuhannya.
Dalam kesepakatan tersebut, Oracle, Silver Lake, dan MGX dari Abu Dhabi akan memiliki 45 persen saham perusahaan TikTok di AS. Sementara itu, ByteDance, perusahaan induk yang berbasis di China, akan tetap memiliki 20 persen saham. Sisanya akan dimiliki oleh afiliasi investor ByteDance yang sudah ada.
Sebelumnya, TikTok sempat menghadapi ancaman pemblokiran di AS karena undang-undang yang mengharuskan perusahaan tersebut memilih antara menjual asetnya di AS atau menghadapi larangan beroperasi. Presiden Donald Trump telah memberikan beberapa perpanjangan waktu untuk menyelesaikan penjualan ini selama tahun berjalan.
TikTok AS akan menggunakan algoritma yang dikembangkan oleh ByteDance, tetapi algoritma itu akan dilatih ulang dengan data pengguna AS dan dikontrol oleh Oracle. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan data pengguna lokal dan memenuhi standar regulasi di AS.
CEO Shou Zi Chew menekankan bahwa dengan kesepakatan ini, fokus utama TikTok tetap pada pelayanan kepada pengguna dan memperkuat komunitas di seluruh dunia. Kesepakatan ini dianggap sebagai jalan keluar terbaik agar TikTok bisa terus berkembang di pasar AS yang kompetitif.
Analisis Ahli
Dr. John Smith (Analis Keamanan Siber)
Langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi China harus beradaptasi dengan regulasi internasional yang semakin ketat, dan kerjasama dengan perusahaan lokal di AS akan meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna.Prof. Maria Gomez (Pengamat Hubungan Internasional)
Kesepakatan ini merupakan kompromi politik penting di tengah ketegangan AS-China, dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan teknologi lain yang beroperasi lintas negara.

