Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

TikTok dan AS: Perang Algoritma dan Ancaman Pelarangan Mendatang

Teknologi
Keamanan Siber
YahooFinance YahooFinance
20 Agt 2025
45 dibaca
1 menit
TikTok dan AS: Perang Algoritma dan Ancaman Pelarangan Mendatang

Rangkuman 15 Detik

Tiongkok menolak untuk menjual algoritma TikTok, yang menjadi inti dari kekhawatiran keamanan nasional AS.
Peluncuran akun TikTok resmi oleh Gedung Putih dipandang sebagai tindakan hipokrit oleh pemerintah Tiongkok.
Ada kemungkinan TikTok akan dilarang di AS jika tidak ada kesepakatan penjualan yang tercapai sebelum tenggat waktu.
Masalah antara TikTok dan pemerintah Amerika Serikat sudah berlangsung lama, terutama setelah adanya undang-undang yang meminta TikTok untuk dijual ke pihak AS. Namun, sampai sekarang, perundingan belum membuahkan hasil karena pemerintah China menolak menjual teknologi algoritma utama TikTok. Baru-baru ini, pemerintah AS melalui White House membuka akun resmi di TikTok. Tindakan ini mendapat kritik dari pemerintah China yang menyebutnya kontradiktif terhadap klaim bahwa TikTok bisa menjadi ancaman keamanan nasional. TikTok terkenal dengan algoritma canggih yang bisa mempelajari minat pengguna dengan sangat cepat dan akurat, membuat aplikasi ini sangat populer dibanding pesaing seperti Meta. Algoritma ini menjadi inti daya tarik dan nilai jual TikTok. Pemerintah AS sudah memberi ultimatum bahwa jika TikTok tidak terjual ke pihak AS sampai batas waktu yang ditentukan, yaitu tanggal 17 September, maka kemungkinan besar TikTok akan dilarang beroperasi di Amerika Serikat. Konflik ini menunjukkan ketegangan antara negara terkait teknologi dan keamanan nasional, sekaligus menjadi perdebatan penting tentang bagaimana teknologi digital global harus diatur dan dikendalikan agar tidak menimbulkan risiko politik atau sosial.

Analisis Ahli

Cybersecurity Analyst
TikTok’s data flow and algorithm represent significant vulnerabilities in national security, especially with state-backed entities controlling them.
Social Media Expert
White House’s presence on TikTok is a strategic attempt to engage youth but does not mitigate broader geopolitical risks tied to content manipulation.