Google Gunakan Sekolah untuk Tarik Anak Jadi Pengguna Seumur Hidup
Courtesy of TheVerge

Google Gunakan Sekolah untuk Tarik Anak Jadi Pengguna Seumur Hidup

Mengungkap strategi Google dalam menarik anak-anak ke dalam ekosistemnya melalui pendidikan dan produk digital serta memperlihatkan kontroversi dan dampak terhadap kesehatan mental anak-anak sebagai alasan gugatan hukum terhadap perusahaan teknologi besar.

24 Jan 2026, 08.21 WIB
269 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Google memiliki rencana untuk menarik anak-anak ke dalam ekosistemnya melalui investasi di pendidikan.
  • Dokumen yang diungkapkan menunjukkan kekhawatiran tentang dampak produk digital terhadap kesehatan mental anak-anak.
  • Gugatan yang diajukan mencakup beberapa perusahaan teknologi besar, termasuk Google dan Meta.
Amerika Serikat - Dokumen internal yang bocor mengungkap rencana Google untuk membawa anak-anak ke dalam ekosistem produk mereka melalui investasi di sekolah. Tujuan utama dari strategi ini adalah menciptakan kepercayaan merek dan loyalitas yang akan bertahan seumur hidup pengguna tersebut.
Dokumen tersebut bagian dari gugatan hukum besar yang menuduh Google, Meta, ByteDance, dan Snap membuat produk yang bersifat adiktif dan membahayakan kesehatan mental anak-anak. Google telah lama menghadirkan produk khusus pendidikan seperti Chromebook yang jadi pilihan utama di sekolah.
Salah satu slide menyoroti pemberitaan dari The New York Times yang mengatakan bahwa Google berupaya untuk 'mengait' siswa sebagai pelanggan masa depan. Selain itu, YouTube dipandang bisa menjadi jalur untuk menciptakan pengguna dan pembuat konten di masa depan, meskipun ada tantangan keamanan serta masalah kesehatan mental.
Dokumen juga mengakui masalah yang disebabkan oleh YouTube di sekolah, serta pengakuan bahwa banyak pengguna menyesali waktu yang hilang akibat menonton video yang tidak disengaja atau 'terperangkap' dalam konten yang membuat mereka terdistraksi.
Google dalam pernyataan resminya menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa YouTube tidak memasarkan secara langsung ke sekolah. Selain itu, sekolah dan orang tua memiliki kontrol penuh terhadap akses dan penggunaan platform ini, menjaga agar konten yang diakses sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/867138/google-chromebook-education-expansion-court-filings

Analisis Ahli

Jean Twenge (Psikolog dan peneliti kesehatan mental anak-anak)
"Investasi besar perusahaan teknologi di sekolah dapat memperdalam ketergantungan anak pada produk digital, yang merupakan faktor risiko signifikan dalam masalah kesehatan mental masa depan."
Shoshana Zuboff (Penulis teori pengawasan kapitalisme)
"Strategi Google dalam merekrut pengguna dari usia dini adalah contoh nyata bagaimana kapitalisme pengawasan memanfaatkan institusi pendidikan untuk mengamankan kontrol jangka panjang."

Analisis Kami

"Google sengaja memanfaatkan pendidikan sebagai pintu masuk untuk mengunci pengguna sejak dini, yang memperlihatkan sisi gelap dari dominasi teknologi besar dalam kehidupan anak-anak. Meski ada klaim tentang kontrol dan persetujuan orang tua, kenyataannya platform ini seringkali sulit diawasi secara efektif, sehingga risiko terhadap kesehatan mental anak tidak bisa dianggap remeh."

Prediksi Kami

Kasus hukum ini dapat memicu regulasi yang lebih ketat terhadap perusahaan teknologi dalam hal pemasaran dan pengembangan produk digital untuk anak-anak, serta mendorong perubahan kebijakan platform seperti YouTube di lingkungan pendidikan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa rencana Google terkait anak-anak dalam konteks ekosistem digital?
A
Google berencana untuk 'onboard kids' ke dalam ekosistemnya dengan investasi di sekolah.
Q
Mengapa Google berinvestasi di sekolah?
A
Google berinvestasi di sekolah untuk membangun kepercayaan merek dan loyalitas jangka panjang.
Q
Apa dampak YouTube yang diakui dalam dokumen tersebut?
A
Dokumen tersebut mengakui bahwa YouTube dapat memengaruhi kesehatan mental dan sering kali dihalangi di sekolah.
Q
Siapa saja yang terlibat dalam gugatan terhadap Google dan perusahaan lain?
A
Gugatan tersebut melibatkan beberapa distrik sekolah, keluarga, dan jaksa agung negara bagian yang menuduh perusahaan menciptakan produk yang berbahaya.
Q
Apa pernyataan resmi yang diberikan oleh Google mengenai dokumen tersebut?
A
Google menyatakan bahwa dokumen tersebut 'menyimpangkan' kerja mereka dan menekankan bahwa mereka memenuhi permintaan pendidik.