Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Terungkap Biarkan Data Sensitif Warga AS Bocor ke Perusahaan dan Negara Asing

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
20 Feb 2025
287 dibaca
1 menit
Google Terungkap Biarkan Data Sensitif Warga AS Bocor ke Perusahaan dan Negara Asing

AI summary

Data sensitif dapat diakses oleh pengiklan meskipun ada kebijakan yang melarangnya.
Kekhawatiran tentang keamanan nasional meningkat akibat potensi penyalahgunaan data oleh pihak asing.
Regulasi dan pengawasan terhadap praktik pengiklanan digital perlu diperkuat untuk melindungi privasi individu.
Sebuah penyelidikan oleh WIRED mengungkapkan bahwa Google, meskipun memiliki aturan untuk melindungi data pribadi, ternyata memungkinkan perusahaan besar untuk mengakses informasi sensitif tentang warga Amerika. Melalui platform iklan mereka yang disebut Display & Video 360 (DV360), perusahaan dapat menargetkan pengguna berdasarkan kondisi kesehatan dan status keuangan mereka. Ini termasuk data tentang orang-orang yang mungkin mengalami penyakit kronis atau sedang menghadapi masalah keuangan, yang seharusnya tidak boleh digunakan menurut kebijakan Google.Para ahli khawatir bahwa informasi ini dapat disalahgunakan, terutama oleh pihak asing yang mungkin ingin mengeksploitasi data tersebut untuk tujuan berbahaya. Misalnya, ada segmen yang menargetkan pegawai pemerintah yang bekerja di bidang keamanan nasional. Meskipun Google mengklaim bahwa mereka akan mengambil tindakan jika menemukan pelanggaran, banyak data sensitif tetap dapat diakses oleh pengiklan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan keamanan nasional.

Experts Analysis

Justin Sherman
Data sensitif yang tersebar lewat platform Google sangat menarik bagi musuh asing dan bisa dieksploitasi dalam konteks intelijen, meningkatkan risiko keamanan nasional.
Sara Geoghegan
Google gagal melindungi masyarakat, dan praktik mereka menimbulkan krisis keamanan nasional yang harus dihentikan oleh badan pengawas seperti FTC.
Senator Ron Wyden
Memberikan akses data pribadi milik personel militer dan intelijen kepada perusahaan luar negeri adalah tindakan yang sangat merugikan dan membahayakan.
Lorraine Twohill
Penggunaan real-time bidding merusak kepercayaan pengguna dan menjadikan Google target kritik karena penjualan data pengguna.
Editorial Note
Google sepertinya mengabaikan potensi besar penyalahgunaan data sensitif meski sudah tahu risikonya, menunjukkan bahwa kepentingan finansial masih lebih diutamakan daripada privasi dan keamanan. Pendekatan mereka yang lemah dalam pengawasan data dan audit berkala jelas tidak cukup untuk melindungi warga AS dari paparan data berbahaya ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.