Terobosan Ilmuwan China Produksi Pati dari Karbon Dioksida Tanpa Perlu Lahan
Courtesy of SCMP

Terobosan Ilmuwan China Produksi Pati dari Karbon Dioksida Tanpa Perlu Lahan

Meningkatkan efisiensi produksi pati dari karbon dioksida untuk mengurangi ketergantungan pada pertanian berbasis lahan dan air, serta membuka peluang produksi industri yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.

23 Jan 2026, 20.00 WIB
264 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Teknik baru ini memberikan solusi alternatif terhadap produksi pati tanpa bergantung pada pertanian.
  • Kemajuan dalam sintesis pati dari karbon dioksida menunjukkan potensi besar untuk efisiensi produksi.
  • Penelitian ini dapat mengubah cara industri memproduksi bahan baku penting seperti pati.
Tianjin, China - Para ilmuwan di China berhasil meningkatkan teknologi untuk menghasilkan pati dari karbon dioksida menggunakan enzim, tanpa harus bergantung pada tanaman seperti jagung yang membutuhkan lahan dan air banyak. Ini merupakan terobosan penting dalam produksi bahan pangan yang bisa dilakukan secara industri tanpa pertanian tradisional.
Penelitian awal yang diterbitkan pada tahun 2021 oleh Tianjin Institute of Industrial Biotechnology menunjukkan bahwa teknologi ini mampu memproduksi pati hingga 8,5 kali lebih cepat daripada cara alami di jagung. Kini, hasil penelitian telah meningkat lebih dari 10 kali lipat dan sedang dalam proses pengembangan agar bisa dipakai secara komersial.
Teknologi baru ini sangat menjanjikan karena bisa mengurangi penggunaan sumber daya alam yang cukup besar seperti tanah dan air. Hal ini sangat penting di tengah masalah perubahan iklim dan kelangkaan air yang mengancam produksi pangan global.
Meskipun demikian, para peneliti masih menghadapi tantangan dalam menurunkan biaya produksi dan meningkatkan skala teknologi supaya bisa dimanfaatkan secara luas di industri. Keberhasilan komersialisasi teknologi ini akan mengubah paradigma produksi pati dan bahan makanan lainnya di masa mendatang.
Dengan dukungan riset dan pengembangan yang terus berlanjut, produksi pati dari karbon dioksida berpotensi menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan efisien. Ini membuka peluang baru dalam teknologi makanan dan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dunia secara berkelanjutan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3341032/chinese-scientists-turn-carbon-dioxide-starch-10-fold-productivity-boost?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Cai Tao
"Transformasi dari riset laboratorium ke aplikasi industri merupakan tantangan utama, namun peningkatan hasil yang signifikan menunjukkan potensi besar teknologi ini untuk masa depan produksi pangan."

Analisis Kami

"Inovasi ini sangat penting untuk masa depan produksi pangan yang berkelanjutan, terutama di tengah krisis sumber daya alam dan perubahan iklim. Namun, untuk benar-benar menggantikan metode pertanian konvensional, masih diperlukan langkah besar dalam pengembangan teknologi skala industri dan pengurangan biaya produksi."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, metode produksi pati berbasis karbon dioksida ini kemungkinan akan berkembang menjadi proses industri yang efisien dan ramah lingkungan, menggeser sebagian besar produksi pati konvensional yang bergantung pada pertanian.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan para ilmuwan Tiongkok terkait sintesis pati?
A
Para ilmuwan Tiongkok telah meningkatkan hasil metode konversi karbon dioksida menjadi pati lebih dari 10 kali lipat.
Q
Mengapa teknik sintesis pati ini penting?
A
Teknik sintesis pati ini penting karena dapat mengurangi ketergantungan pada pertanian yang memerlukan banyak air dan lahan.
Q
Siapa yang memimpin penelitian ini di TIB?
A
Penelitian ini dipimpin oleh Cai Tao, seorang profesor di TIB.
Q
Berapa kali lipat hasil sintesis pati yang baru dibandingkan dengan metode sebelumnya?
A
Hasil sintesis pati yang baru adalah 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan metode yang diperkenalkan pada tahun 2021.
Q
Apa tantangan yang dihadapi dalam mengkomersialkan teknik ini?
A
Tantangan yang dihadapi termasuk mengurangi biaya dan mencapai aplikasi industri.