Inovasi Mengubah Karbon Dioksida Jadi Plastik Tahan Lama Ramah Lingkungan
Sains
Iklim dan Lingkungan
27 Jun 2025
50 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Proses baru ini berpotensi mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan baku berbasis petroleum.
Sistem yang dikembangkan menggunakan metode elektrokimia untuk menghasilkan plastik dari karbon dioksida.
Penelitian ini menunjukkan kemungkinan untuk memanfaatkan CO2 sebagai bahan baku yang berharga dalam produksi plastik.
Para ilmuwan di Caltech berhasil menciptakan metode baru yang mengubah karbon dioksida dari udara menjadi plastik industri berkualitas tinggi. Ini adalah langkah penting dalam menggunakan polusi udara sebagai bahan baku yang berguna serta mendukung ekonomi sirkular.
Metode ini meniru fotosintesis dengan mesin yang mengubah CO2 menjadi molekul sederhana seperti etilena dan karbon monoksida menggunakan listrik terbarukan. Molekul ini kemudian dikonversi menjadi poliketona, plastik kuat dan tahan panas yang sering digunakan dalam berbagai produk.
Sistem yang dibuat memiliki dua loop reaksi terpisah untuk mengoptimalkan proses, mulai dari elektroda tembaga hingga reaktor dengan katalis palladium. Keunggulan utama metode ini adalah katalis yang tahan terhadap kondisi reaksi yang tidak ideal, termasuk air dan kontaminan lainnya.
Meskipun masih di tahap laboratorium, metode ini menunjukkan produksi molekul dasar dengan konsentrasi tinggi dan poliketona tahan lama tanpa menggunakan tanaman sebagai perantara. Namun, kualitas plastik yang dihasilkan masih perlu disempurnakan agar setara metode konvensional.
Para peneliti berharap inovasi ini dapat mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan baku minyak bumi, dengan catatan prosesnya harus didukung oleh listrik terbarukan yang murah dan dapat bersaing secara komersial.



