TLDR
Perlindungan sumber air adalah prioritas tinggi bagi publik, tetapi ekosistem air tawar sering kali kurang dilindungi. Indeks Sungai Terlindungi (PRI) menawarkan pendekatan baru untuk menilai perlindungan sungai. Perlindungan ekosistem air tawar perlu ditingkatkan untuk mencapai target konservasi global. Masyarakat secara umum sangat peduli dan mendukung upaya perlindungan sumber air, terutama sungai, danau, serta saluran air yang menjadi sumber air minum. Namun, fakta menunjukkan perlindungan ekosistem air tawar, termasuk sungai, masih sangat kurang dibandingkan perlindungan ekosistem darat maupun laut. Hal ini karena metode pelacakan perlindungan yang ada belum mampu menangani kompleksitas sistem sungai yang unik.Sungai merupakan ekosistem yang dinamis dan saling terhubung sehingga dampak dari kegiatan di satu bagian sungai dapat mempengaruhi bagian lain. Metode pengukuran yang hanya menghitung panjang sungai dalam kawasan konservasi daratan tidak cukup untuk memastikan sungai benar-benar terlindungi. Akibatnya, perlindungan sungai seringkali tidak efektif dan konservasi gagal menjaga keberlangsungan ekosistem air tawar.Sebuah studi terbaru di jurnal Nature Sustainability mengusulkan Protected River Index (PRI), sebuah alat yang menggabungkan lima atribut ekologis utama sungai dan berbagai mekanisme perlindungan untuk memberikan gambaran perlindungan sungai yang lebih lengkap. Studi ini menemukan bahwa hanya sekitar 12% sungai di Amerika Serikat yang memiliki perlindungan cukup untuk keberlangsungan ekologis jangka panjang.Perlindungan sungai di AS juga tidak merata. Sungai di kawasan pegunungan dengan lahan publik mendapat perlindungan lebih baik dibandingkan sungai di daerah rendah dengan populasi manusia dan keanekaragaman hayati yang lebih tinggi namun minim perlindungan. Karena itu, upaya konservasi harus difokuskan pada wilayah sungai yang menyediakan sumber air minum agar sesuai dengan prioritas masyarakat.Meski ada inisiatif seperti target global 30x30 dan program Freshwater Challenge yang menargetkan pemulihan ribuan kilometer sungai dan lahan basah pada 2030, perlindungan terhadap sungai masih menghadapi tantangan dari perubahan peraturan yang dapat memperlemah perlindungan aliran air kecil dan lahan basah. Oleh karena itu, metode pelacakan baru seperti PRI penting untuk memastikan pelaksanaan konservasi yang tepat sasaran dan didukung baik oleh masyarakat maupun kebijakan.