
Courtesy of SCMP
Orbit Semakin Padat, Starlink Harus Lakukan Ribuan Manuver Hindari Tabrakan
Artikel ini bertujuan menjelaskan betapa seriusnya tantangan keselamatan di orbit rendah bumi akibat banyaknya satelit dan debris, khususnya fokus pada aktivitas manuver penghindaran tabrakan yang dilakukan oleh konstelasi Starlink milik SpaceX akibat satelit China dan debris lainnya.
22 Jan 2026, 22.00 WIB
288 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Satelit Starlink harus melakukan banyak manuver penghindaran untuk menghindari tabrakan dengan satelit lain dan puing-puing luar angkasa.
- Honghu-2 adalah satelit yang paling sering menyebabkan manuver penghindaran bagi Starlink.
- Manuver penghindaran ini mengurangi masa hidup satelit dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Amerika Serikat - Orbit Bumi rendah kini semakin padat dengan banyaknya satelit dan puing ruang angkasa yang berserakan. Kondisi ini menyebabkan risiko tabrakan tinggi, sehingga operator satelit harus rutin melakukan manuver penghindaran agar satelit tidak rusak. Manuver seperti ini mengkonsumsi bahan bakar dan memperpendek umur satelit.
SpaceX, melalui konstelasi satelit internet besar mereka yang disebut Starlink, menghadapi tantangan besar dalam menjaga satelitnya agar tetap aman di orbit. Dalam enam bulan terakhir tahun lalu, Satelit Starlink melakukan hampir 150 ribu kali manuver penghindaran tabrakan yang mengganggu operasional mereka.
Salah satu penyebab utama adalah satelit eksperimental China bernama Honghu-2 yang memicu lebih dari seribu manuver penghindaran dari satelit Starlink. Selain itu, tujuh dari 20 objek ruang angkasa paling sering memicu manuver tersebut berasal dari China. Masalah ini memperlihatkan persaingan teknologi tinggi juga menimbulkan risiko keselamatan di orbit.
Manuver penghindaran tabrakan yang banyak terjadi ini menjadi isu serius karena penggunaan bahan bakar yang meningkat drastis berdampak pada masa pakai satelit yang menjadi lebih singkat. Operator harus memperhitungkan biaya dan durasi operasional yang lebih rumit sebagai akibat kondisi orbit yang kurang terkendali.
Dengan kondisi orbit yang semakin padat dan risiko tabrakan yang tinggi, penting bagi komunitas internasional untuk mengembangkan aturan dan standar pengelolaan ruang angkasa. Jika tidak, risiko gangguan layanan internet dan kerusakan satelit penting bisa terjadi, yang akan berdampak luas bagi teknologi dan komunikasi global.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340788/chinese-satellites-spacex-says-were-collision-course-starlink?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340788/chinese-satellites-spacex-says-were-collision-course-starlink?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
John Logsdon (pakar kebijakan antariksa)
"Kurangnya regulasi internasional yang komprehensif dalam pengelolaan satelit dan debris membuat situasi orbit rendah bumi sangat berisiko. Kolaborasi global menjadi kunci untuk menghindari bencana ruang angkasa yang lebih besar."
Elon Musk (CEO SpaceX)
"Manuver penghindaran adalah langkah penting untuk menjaga operasional konselasi satelit kami, tapi ini juga memperlihatkan perlunya inovasi dan efisiensi bahan bakar agar satelit dapat bertahan lebih lama."
Analisis Kami
"Manuver evasif yang masif ini mencerminkan betapa rapuhnya ekosistem orbit rendah bumi saat ini akibat minimnya koordinasi internasional terkait manajemen ruang angkasa. Jika tanpa regulasi dan standar yang lebih ketat, maka bukan hanya biaya operasional yang membengkak, tapi juga potensi tabrakan dramatis yang bisa merusak banyak satelit penting di masa depan."
Prediksi Kami
Dengan terus meningkatnya jumlah satelit dan debris di orbit, frekuensi manuver penghindaran tabrakan akan semakin meningkat, yang dapat menyebabkan biaya operasi satelit melonjak dan risiko kegagalan misi yang lebih tinggi di masa depan.




