Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

JWST Ungkap Rahasia Emisi Inframerah di Sekitar Lubang Hitam Supermasif

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
19 Jan 2026
149 dibaca
2 menit
JWST Ungkap Rahasia Emisi Inframerah di Sekitar Lubang Hitam Supermasif

AI summary

Teleskop James Webb berhasil mengungkap sifat emisi inframerah di sekitar lubang hitam supermasif.
Observasi menunjukkan bahwa emisi tersebut berasal dari piringan debu yang aktif memberi makan lubang hitam.
Teknik interferometri JWST membuka peluang untuk studi lebih lanjut tentang lubang hitam dan objek kosmik lainnya.
Para astronom telah lama penasaran dengan emisi inframerah yang berlebihan di sekitar lubang hitam supermasif di pusat galaksi. Dengan memanfaatkan teleskop luar angkasa James Webb (JWST), para peneliti berhasil memperoleh gambaran paling tajam tentang area tersebut di galaksi Circinus, yang berjarak sekitar 13 juta tahun cahaya dari Bumi.Sebelumnya, kecerahan inframerah ini dianggap berasal dari angin panas yang dikeluarkan oleh lubang hitam. Namun, studi terbaru yang memanfaatkan teknologi interferometri aperture masking pada JWST justru menunjukkan bahwa mayoritas emisi tersebut berasal dari cakram debu yang aktif memberi makan ke lubang hitam, bukan dari aliran keluar materi.Teknologi interferometri yang dipakai oleh JWST memungkinkan gambar dengan resolusi dua kali lebih tinggi, menyerupai teleskop berdiameter 13 meter. Berkat teknologi ini, para ilmuwan bisa mengamati area selebar 33 tahun cahaya di sekitar lubang hitam tersebut secara rinci dan mengidentifikasi bahwa sekitar 87% emisi inframerah berasal dari cakram debu, sedangkan kurang dari 1% dari angin keluar.Penelitian ini juga membuka pintu untuk memahami bagaimana penyatuan materi di sekitar lubang hitam mempengaruhi pembentukan bintang dan evolusi galaksi induknya. Sebelumnya, analisis model terpisah dari torus debu, cakram akresi, dan aliran keluar tidak mampu menjelaskan sumber asli cahaya inframerah berlebih tersebut.Selain itu, kemampuan AMI pada JWST juga menjanjikan banyak aplikasi lain, seperti mengamati objek di tata surya kita dengan detail tinggi dan kemungkinan mendeteksi satelit di sekitar asteroid besar atau sistem bintang ganda. Ini menandai era baru dalam pengamatan astronomi berbasis luar angkasa.

Experts Analysis

Enrique Lopez-Rodriguez
Mengungkap bahwa sebagian besar emisi inframerah berasal dari cakram debu yang mengalir ke lubang hitam, bukan dari angin panas seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Joel Sanchez-Bermudez
Teknologi AMI pada JWST memungkinkan pengamatan dengan resolusi seolah menggunakan teleskop 13 meter di luar angkasa, membuka peluang baru dalam astronomi.
Julien Girard
AMI tidak hanya berguna untuk lubang hitam, tetapi juga dapat digunakan untuk mengamati berbagai objek di tata surya dan galaksi dengan detail luar biasa.
Editorial Note
Penemuan ini merupakan terobosan besar yang menantang asumsi lama tentang asal usul emisi inframerah di sekitar lubang hitam supermasif. Dengan resolusi tinggi JWST, model akresi lubang hitam kini bisa diperbarui, memberikan wawasan baru bagi studi kosmologi dan galaksi yang tidak mungkin dilakukan dengan instrumen sebelumnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.