Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Lubang Hitam Supermasif Terjauh di Galaksi GHZ2 oleh JWST

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
25 Nov 2025
225 dibaca
2 menit
Penemuan Lubang Hitam Supermasif Terjauh di Galaksi GHZ2 oleh JWST

Rangkuman 15 Detik

Penemuan GHZ2 menunjukkan keberadaan lubang hitam supermasif pada masa awal alam semesta.
Emisi garis yang kuat memberikan wawasan mengenai aktivitas lubang hitam dan pembentukan bintang.
Penelitian ini dapat membantu menguji teori pembentukan lubang hitam dalam konteks sejarah alam semesta.
Astronom menggunakan Teleskop James Webb (JWST) menemukan lubang hitam supermasif terjauh yang terlihat di galaksi GHZ2 hanya 350 juta tahun setelah Big Bang. Penemuan ini menggunakan instrumen spektroskopi NIRSpec dan MIRI yang dapat mendeteksi cahaya ultraviolet dan optik yang bergeser ke inframerah. GHZ2 memiliki garis emisi yang sangat kuat, terutama garis C IV λ1548 dari karbon yang terionisasi tiga kali, yang menunjukkan ada sumber radiasi sangat keras—biasanya berasal dari lubang hitam yang aktif makan materi. Hal ini sulit dijelaskan hanya oleh bintang biasa. Peneliti mengembangkan model gabungan antara aktivitas bintang dan aktifitas lubang hitam (AGN) untuk menjelaskan spektrum unik GHZ2. Model ini menunjukkan bahwa garis emisi berenergi tinggi tidak bisa dijelaskan tanpa keberadaan AGN yang memberi kontribusi besar pada cahaya galaksi. Namun demikian, GHZ2 juga kekurangan beberapa tanda khas AGN lain, sehingga ada kemungkinan bintang sangat masif atau proses pembentukan bintang yang tidak biasa juga berperan. Peneliti masih memerlukan data lebih lanjut untuk memastikan sumber energi di galaksi ini. Observasi lanjutan dengan JWST dan observatorium lain seperti ALMA direncanakan untuk mengonfirmasi keberadaan AGN di GHZ2. Jika terbukti, ini menjadi laboratorium penting untuk menguji bagaimana lubang hitam supermasif dapat terbentuk sangat cepat di awal alam semesta.

Analisis Ahli

Oscar Chavez Ortiz
Mengemukakan bahwa garis emisi keras mengindikasikan keberadaan lubang hitam aktif yang sulit dijelaskan hanya dengan aktivitas bintang biasa.
Jorge Zavala
Menekankan pentingnya garis ionisasi tinggi sebagai tanda aktivitas AGN dan tantangan dalam memahami ionisasi gas dari galaksi jauh ini.