TLDR
Minggu ini, bulan sabit dengan 'Earthshine' akan terlihat di langit. Tahun 2026 akan memiliki 13 bulan purnama, termasuk tiga supermoon. Gerhana bulan total dan beberapa konjungsi planet akan menjadi sorotan astronomi tahun ini. Bulan sabit yang muda adalah pemandangan langit yang sangat indah, tetapi sering kali tidak terlihat akibat waktu pengamatan yang tidak tepat serta awan yang menutupi langit. Pada minggu ini, pengamat langit kembali memiliki kesempatan untuk melihat bulan sabit muda yang muncul rendah di arah barat-selatan saat senja, dan bulan ini tampak bersinar dengan cahaya Earthshine yang merupakan pantulan sinar matahari dari Bumi.Tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik untuk pengamatan bulan karena akan ada 13 bulan purnama, bukan 12 seperti biasanya. Bulan purnama pertama adalah wolf moon yang juga merupakan supermoon pada tanggal 3 Januari. Bulan purnama berikutnya akan disebut snow moon yang jatuh pada 1 Februari. Keunikan tahun ini juga terlihat karena ada dua bulan purnama di bulan Mei, dengan bulan purnama terakhir di Mei 31 disebut blue moon.Selain bulan purnama, tahun 2026 juga akan dimeriahkan oleh fenomena supermoon lainnya pada 24 November dan 23 Desember, yang mana supermoon pada bulan Desember akan menjadi yang terdekat dengan Bumi sejak tahun 2019. Para pengamat juga dapat menyaksikan dua gerhana bulan, yakni gerhana total pada 3 Maret yang dikenal dengan sebutan blood moon dan gerhana parsial pada tanggal 27-28 Agustus.Fenomena bulan tidak berhenti sampai di situ, karena bulan juga akan berkonjungsi dengan beberapa planet besar pada tahun ini. Pengamat dapat melihat bulan bersama Venus pada 20 Maret, dengan Jupiter pada 6 Oktober, dan dengan Mars pada 2 November. Konjungsi planet ini memberikan kesempatan langka untuk melihat interaksi menarik antara bulan dan planet di langit malam.Dengan berbagai fenomena bulan dan gerhana yang menarik serta konjungsi planet yang menakjubkan, tahun 2026 menjadi tahun yang sangat baik untuk aktivitas pengamatan astronomi. Para penggemar langit malam disarankan untuk mencatat tanggal-tanggal penting ini dan menyiapkan alat pengamatan agar tidak melewatkan peristiwa langka yang hanya terjadi beberapa kali.
Fenomena bulan yang jarang dan istimewa seperti supermoon dan blue moon sangat bagus untuk menarik minat masyarakat terhadap astronomi, namun seringkali kurang mendapat sorotan akibat cuaca dan waktu pengamatan yang sulit. Perlu lebih banyak edukasi dan penyebaran informasi dini agar momen-momen langka ini dapat dinikmati secara maksimal oleh publik.