Perjanjian Laut Lepas Pertama untuk Lindungi Ekosistem Laut Dunia
Courtesy of Forbes

Perjanjian Laut Lepas Pertama untuk Lindungi Ekosistem Laut Dunia

Mendorong perlindungan dan tata kelola laut internasional melalui perjanjian yang mengatur penggunaan dan konservasi keanekaragaman hayati di wilayah laut yang tidak berada dalam yurisdiksi negara manapun, untuk menjaga kesehatan ekosistem laut yang penting bagi kelangsungan hidup manusia dan planet.

17 Jan 2026, 19.02 WIB
185 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perjanjian High Seas merupakan langkah penting dalam perlindungan keanekaragaman hayati laut.
  • Kesehatan lautan memiliki dampak langsung terhadap kesehatan planet dan kehidupan manusia.
  • Perlindungan kawasan laut internasional masih sangat rendah, sehingga perjanjian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya konservasi.
Seluruh Dunia - Perjanjian Laut Lepas atau High Seas Treaty resmi mulai berlaku sejak September 2025 setelah diratifikasi oleh lebih dari 80 negara. Perjanjian ini mengatur konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati di wilayah laut internasional yang tidak dikuasai oleh satu negara pun. Wilayah laut ini sangat luas, mencakup hampir setengah permukaan bumi dan dua pertiga samudra dunia.
Laut lepas adalah habitat penting yang kaya akan biodiversitas, mulai dari plankton kecil hingga paus raksasa, dan memiliki berbagai lanskap unik seperti pegunungan bawah laut dan palung laut dalam. Laut ini juga berperan besar dalam mengatur iklim dunia dengan menyerap panas dan karbon dioksida yang dilepaskan manusia, serta mempengaruhi sistem cuaca dan kehidupan manusia di seluruh dunia.
Sebelumnya, perlindungan laut di luar yurisdiksi negara didasarkan pada perjanjian yang terpisah-pisah dan kurang efektif. Dengan perjanjian ini, negara-negara memiliki kerangka aturan bersama untuk menjaga dan mengelola laut lepas, termasuk menciptakan kawasan perlindungan laut internasional yang hingga kini kurang dari 1% yang mendapat perlindungan penuh.
Perjanjian ini juga menandai keberhasilan diplomasi multilateral yang panjang dan penuh komitmen, yang memungkinkan kolaborasi global dalam eksplorasi laut dalam. Misalnya, ekspedisi di wilayah Bounty Trough di Selandia Baru berhasil menemukan lebih dari seratus spesies baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya.
Meski demikian, tantangan besar masih ada dalam pelaksanaan perjanjian ini, terutama dalam membangun institusi dan mekanisme pengelolaan yang berfungsi efektif. Tahun-tahun berikutnya akan menjadi penting untuk mengadakan konferensi global pertama dan menyusun kebijakan praktis agar tujuan melindungi 30% laut dunia pada 2030 dapat tercapai.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/veronikameduna/2026/01/17/high-seas-treaty-enters-into-force-to-govern-two-thirds-of-the-ocean/

Analisis Ahli

Rena Lee
"Entry into force of the BBNJ Agreement is a testament to multilateral cooperation, marking significant progress in global ocean governance."
Rebecca Hubbard
"We are only beginning to understand the crucial role of the high seas in planetary health, underscoring the urgency of this treaty."

Analisis Kami

"Perjanjian ini merupakan langkah monumental yang sangat dibutuhkan, namun keberhasilan implementasinya tergantung pada komitmen nyata dari negara-negara anggota dan kemampuan membangun mekanisme pengawasan yang transparan serta efektif. Tanpa pengawasan internasional yang ketat, risiko eksploitasi berlebihan di laut lepas masih sangat tinggi meskipun sudah ada aturan baru."

Prediksi Kami

Perjanjian ini akan memicu pembentukan kawasan perlindungan laut internasional yang lebih luas dan efektif, memperkuat tata kelola global, serta membuka peluang kolaborasi riset dan konservasi laut dalam yang lebih besar di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu High Seas Treaty?
A
High Seas Treaty adalah perjanjian internasional yang bertujuan untuk melindungi dan menggunakan secara berkelanjutan keanekaragaman hayati di wilayah laut yang berada di luar yurisdiksi nasional.
Q
Mengapa perlindungan lautan penting bagi kesehatan planet?
A
Perlindungan lautan penting karena lautan memiliki peran vital dalam mengatur iklim dan mendukung kehidupan di Bumi, termasuk keanekaragaman hayati dan sumber daya manusia.
Q
Berapa banyak negara yang telah menandatangani perjanjian ini?
A
Sebanyak 145 negara telah menandatangani perjanjian ini, dan lebih dari 80 negara telah meratifikasinya.
Q
Apa yang diharapkan dari perjanjian ini untuk perlindungan keanekaragaman hayati?
A
Diharapkan perjanjian ini akan meningkatkan perlindungan keanekaragaman hayati di lautan internasional dengan menyediakan aturan dan alat yang disepakati untuk menciptakan kawasan perlindungan laut.
Q
Apa yang dilakukan Ocean Census?
A
Ocean Census melakukan eksplorasi untuk menemukan dan mendokumentasikan spesies baru serta meningkatkan pemahaman tentang keanekaragaman hayati di lautan.