
Courtesy of Forbes
Kesenjangan Literasi Laut Pemuda Menghambat Upaya Konservasi dan Perubahan Iklim
07 Feb 2025, 11.28 WIB
244 dibaca
Share
Sebuah survei baru menunjukkan bahwa banyak anak muda tidak sepenuhnya memahami pentingnya laut dalam mengatasi perubahan iklim. Meskipun tiga perempat responden berusia 18-24 tahun dari 35 negara mengaku khawatir tentang kesehatan laut, hampir dua pertiga dari mereka lebih memprioritaskan masalah seperti deforestasi dibandingkan dengan pelestarian laut. Banyak yang percaya bahwa laut masih sehat, padahal negara-negara seperti Republik Dominika dan Filipina sedang menghadapi masalah polusi plastik dan kerusakan terumbu karang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang laut, atau literasi laut, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan dalam menjaga kesehatan laut.
Dr. Emma McKinley menjelaskan bahwa literasi laut mencakup pemahaman tentang pengaruh laut terhadap kehidupan kita dan sebaliknya. Meskipun ada kesadaran yang meningkat tentang masalah seperti polusi plastik, masih ada tantangan dalam menghubungkan orang dengan laut karena banyak yang tidak memiliki akses langsung ke lingkungan laut. Para ahli mengingatkan bahwa laut dapat menjadi sekutu dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, dan anak muda memiliki peran penting dalam mendorong tindakan untuk melindungi laut dan mengatasi krisis iklim.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/jamiehailstone/2025/02/07/concerning-gaps-in-ocean-literacy-among-young-people-survey-finds/
[1] https://www.forbes.com/sites/jamiehailstone/2025/02/07/concerning-gaps-in-ocean-literacy-among-young-people-survey-finds/
Analisis Ahli
Dr. Emma McKinley
"Memperluas konsep literasi laut mencakup dimensi emosional dan akses fisik sangat penting untuk membangun hubungan yang kuat antara masyarakat dan laut demi tindakan konservasi yang efektif."
Peter Thomson
"Rendahnya literasi laut di kalangan pemuda dapat menghambat kemajuan perlindungan laut melalui pengurangan dana dan dukungan kebijakan yang diperlukan."
David Costalago
"Oceans play a critical role in climate mitigation, and it is essential that society, especially the youth, recognize this to push for urgent climate action."
Analisis Kami
"Kurangnya edukasi tentang laut di sekolah dan kurangnya akses langsung ke lingkungan laut membuat pemuda merasa jauh dari isu-isu sebenarnya yang mengancam lautan. Pendekatan pendidikan yang lebih kontekstual dan interaktif sangat dibutuhkan agar mereka tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga merasa terhubung secara emosional dan bertindak nyata dalam pelestarian laut."
Prediksi Kami
Jika kesenjangan literasi laut ini tidak segera diatasi, akan terjadi penurunan dukungan dan pendanaan untuk konservasi laut oleh generasi muda, yang mengancam keberlanjutan ekosistem laut dan efektivitas mitigasi perubahan iklim.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diungkapkan oleh survei Back to Blue tentang literasi laut di kalangan generasi muda?A
Survei Back to Blue menunjukkan adanya kesenjangan dalam literasi laut di kalangan generasi muda, di mana banyak yang tidak memprioritaskan konservasi laut.Q
Mengapa banyak generasi muda yang menganggap kesehatan laut masih baik?A
Banyak generasi muda yang menganggap kesehatan laut masih baik meskipun ada masalah seperti polusi plastik dan kerusakan terumbu karang.Q
Apa yang dikatakan Dr. Emma McKinley tentang literasi laut?A
Dr. Emma McKinley menjelaskan bahwa literasi laut mencakup pemahaman tentang pengaruh laut terhadap kehidupan manusia dan sebaliknya.Q
Apa dampak dari rendahnya literasi laut menurut Peter Thomson?A
Peter Thomson menyatakan bahwa rendahnya literasi laut dapat menghambat kemajuan dan pendanaan untuk perlindungan laut.Q
Bagaimana Oceana berkontribusi dalam perlindungan lautan?A
Oceana berkontribusi dalam perlindungan lautan dengan meningkatkan kesadaran dan tindakan terhadap isu-isu kelautan.



