AI summary
Pemerintah AS berusaha menambah kapasitas pembangkit listrik baru untuk memenuhi permintaan energi yang meningkat. Perusahaan teknologi, meskipun tidak tradisional dalam bisnis energi, mulai beralih ke energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan daya mereka. PJM Interconnection menghadapi tantangan dalam menyesuaikan kapasitas listrik dengan permintaan yang meningkat dari data center, terutama terkait dengan penggunaan energi untuk AI. Trump administration ingin mengadakan lelang kapasitas listrik senilai 15 miliar dolar untuk membangun pembangkit listrik baru di wilayah yang dikelola oleh PJM Interconnection. Mereka meminta perusahaan teknologi ikut dalam lelang ini meski tidak semua perusahaan tersebut membutuhkan kapasitas listrik tambahan untuk data center mereka yang semakin berkembang.PJM Interconnection melayani 65 juta orang di 13 negara bagian Amerika Serikat bagian Mid-Atlantic dan Midwest. Wilayah ini termasuk pusat data besar di Northern Virginia, yang menyumbang kenaikan besar pada beban listrik dan harga tarif yang naik antara 10 sampai 15 persen tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.Kenaikan permintaan listrik pada PJM selama dekade terakhir adalah sekitar 10 persen dan diperkirakan akan terus meningkat seiring booming penggunaan AI dan data center, yang menyebabkan kebutuhan energi melonjak hampir tiga kali lipat dalam waktu sepuluh tahun ke depan.Bahan bakar fosil yang menjadi sumber mayoritas pembangkit listrik di PJM mengalami lonjakan harga yang mengakibatkan sekitar 60 persen kenaikan tarif listrik pada tahun 2025. Ini menimbulkan dilema sulit bagi pengelola grid karena pembangunan pembangkit fosil memerlukan waktu lama dan biaya sangat besar.Perusahaan teknologi memilih energi terbarukan yang lebih cepat dan modular seperti tenaga surya dan baterai karena lebih efisien dan sesuai dengan jadwal pembangunan data center. Ini membuat pendekatan pemerintah dan beberapa gubernur untuk memaksa perusahaan teknologi membayar kapasitas pembangkit fosil mendapat perlawanan dari PJM dan pelaku industri.
Pendekatan memaksa perusahaan teknologi membayar kapasitas listrik yang mungkin tidak mereka butuhkan adalah langkah yang kontroversial dan berisiko membuat sektor teknologi enggan berkolaborasi dengan operator grid. Solusi yang lebih efektif seharusnya fokus pada kolaborasi untuk mempercepat energi terbarukan dan infrastruktur modular yang sesuai dengan kebutuhan dinamis pusat data.