Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenaikan Data Center dan AI Picu Kekhawatiran Kenaikan Harga Listrik di AS

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (5mo ago) climate-and-environment (5mo ago)
01 Nov 2025
208 dibaca
2 menit
Kenaikan Data Center dan AI Picu Kekhawatiran Kenaikan Harga Listrik di AS

Rangkuman 15 Detik

Konsumen khawatir bahwa peningkatan data center akan menyebabkan kenaikan biaya listrik.
Data center semakin menyerap lebih banyak konsumsi listrik di AS, dengan proyeksi meningkat di masa depan.
Pertumbuhan energi terbarukan mungkin terhambat oleh perubahan kebijakan politik yang dapat mempengaruhi investasi di sektor ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan listrik di Amerika Serikat yang sebelumnya stabil mulai meningkat, terutama karena tumbuhnya pusat data yang digunakan untuk mendukung teknologi AI. Konsumen menjadi khawatir bahwa lonjakan permintaan ini akan menyebabkan tarif listrik mereka meningkat, sesuatu yang dikonfirmasi oleh survei yang menunjukkan 80% orang merasa cemas terkait hal ini. Pusat data kini menggunakan sekitar 4% dari total listrik yang dihasilkan di AS, dan angka ini diperkirakan bisa naik hingga 12% pada tahun 2028. Peningkatan ini berkontribusi pada pertumbuhan konsumsi listrik yang lebih cepat dibandingkan penggunaan listrik rumah tangga yang hanya naik sekitar 0,7% tiap tahun. Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat, pembangkit energi baru yang menggunakan sumber terbarukan seperti tenaga surya dan angin tengah dibangun secara pesat karena memiliki biaya rendah dan waktu pembangunan yang relatif singkat. Namun, ada kekhawatiran bahwa pembatasan atau pengurangan kebijakan penting seperti bagian dari Inflation Reduction Act dapat menghambat pertumbuhan energi hijau ini. Sementara itu, pasokan gas alam yang biasa digunakan oleh pusat data tidak cukup untuk memenuhi permintaan domestik karena sebagian besar gas dialihkan untuk ekspor. Produksi pembangkit listrik berbasis gas alam juga tertunda karena turbin yang dibutuhkan mengalami keterlambatan hingga bertahun-tahun. Kombinasi dari keterbatasan kapasitas energi baru, hambatan pada produksi gas alam, dan peningkatan konsumsi listrik dari pusat data menciptakan tantangan besar dalam sistem energi AS. Ini bisa menimbulkan lonjakan harga energi yang berimbas pada konsumen dan meningkatkan kekhawatiran terhadap teknologi AI yang kini sedang berkembang pesat.

Analisis Ahli

Michael Liebreich
Lonjakan permintaan energi dari data center harus diimbangi dengan kebijakan energi yang adaptif agar transisi ke energi bersih tidak mengorbankan stabilitas harga listrik.
Fatih Birol
Keterlambatan pembangunan pembangkit gas alam dan pengurangan insentif energi terbarukan dapat memperlambat capaian target emisi dan meningkatkan kerentanan sistem kelistrikan nasional.