Meta Hentikan Quest for Business, Fokus ke Kacamata AR Ray-Ban
Teknologi
Gadgets dan Wearable
17 Jan 2026
197 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta menghentikan program Quest for Business, menandakan fokus yang beralih ke produk augmented reality.
Meskipun ada penghentian, Meta tidak akan mengenakan biaya bulanan untuk akun yang berlaku hingga Januari 2030.
Kondisi VR di Meta menunjukkan penurunan minat dan pengurangan pada divisi terkait, yang dapat mempengaruhi masa depan teknologi VR.
Meta baru-baru ini mengumumkan akan menghentikan program Quest for Business yang telah berjalan sejak 2017. Program ini menyediakan headset VR seperti Meta Quest 3 dengan layanan tambahan khusus untuk kebutuhan bisnis dan pendidikan. Namun, penjualan perangkat keras akan berakhir pada tanggal 20 Februari, dan platform layanan akan dihentikan sepenuhnya pada 4 Januari 2030.
Quest for Business memberikan keunggulan bagi perusahaan dengan biaya langganan bulanan yang memungkinkan kontrol terpusat atas headset VR. Hal ini memungkinkan administrator IT untuk mengatur penggunaannya secara efektif di lingkungan kerja, mirip dengan pengelolaan laptop perusahaan. Namun, layanan ini tampaknya gagal menarik minat besar dan belum berkembang sesuai harapan Meta.
Meta juga menghilangkan biaya bulanan untuk pelanggan Quest for Business yang menggunakan Meta Quest 3 dan Quest 3S hingga platform dihentikan. Langkah ini menjadi sedikit kabar baik di tengah pengumuman penghentian, agar pengguna dapat memaksimalkan manfaat headset VR mereka tanpa biaya tambahan hingga 2030.
Alasan teknis ikut menjadi faktor pembatas dalam penggunaan headset ini sebagai solusi bisnis. Tingkat kepadatan piksel Meta Quest 3 masih jauh di bawah perangkat seperti Apple Vision Pro, membuat tampilan informasi kurang tajam dan kurang cocok digunakan sebagai pengganti komputer dalam pekerjaan profesional.
Pengumuman ini mengikuti serangkaian keputusan Meta yang menunjukkan menurunnya komitmen terhadap VR, termasuk pengurangan pegawai Reality Labs dan penutupan beberapa studio pengembangan game VR. Fokusan terbesar Meta kini bergeser ke kacamata augmented reality Ray-Ban Meta yang dianggap lebih menjanjikan untuk masa depan teknologi wearable.
Analisis Ahli
Jaron Lanier
Langkah Meta memperlihatkan bagaimana pelaku besar sulit mempertahankan inovasi VR tanpa pengalaman pengguna yang benar-benar transformatif, dan realitas bisnis menuntut produk yang lebih efisien dan mudah digunakan.Mary Lou Jepsen
Teknologi VR memerlukan lompatan besar dalam piksel dan kenyamanan sebelum bisa sukses di bidang bisnis; Meta tampaknya sadar untuk mengalihkan fokus ke AR yang menawarkan peluang pasar lebih besar.
