Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

VR Masih Hidup, Tapi Kini Didominasi Anak Muda Bukan Profesional

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
TheVerge TheVerge
11 Des 2025
233 dibaca
2 menit
VR Masih Hidup, Tapi Kini Didominasi Anak Muda Bukan Profesional

Rangkuman 15 Detik

VR tidak mati, tetapi mengalami pergeseran pengguna yang signifikan.
Anak-anak dan remaja kini menjadi pasar utama untuk perangkat VR.
Perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan demografi ini untuk tetap relevan di industri VR.
Meta mengumumkan pengurangan anggaran besar di unit Meta Reality Labs dan menunda rilis headset VR terbaru. Berita ini memicu spekulasi bahwa metaverse dan VR mungkin sedang mengalami kemunduran, apalagi dengan sejumlah studio pengembang game VR yang tutup. Namun, kenyataannya lebih kompleks daripada itu. Penjualan headset VR seperti Meta Quest terus mencatat angka yang menggembirakan, terutama saat promosi Black Friday yang menurunkan harga headset. Bahkan di harga normal, Quest 3 menjadi salah satu perangkat game terlaris di Amazon, menggungguli banyak konsol game besar. Game VR yang menargetkan pengguna muda, seperti Gorilla Tag, menunjukkan performa luar biasa dengan jutaan pengguna aktif dan pendapatan yang mencapai lebih dari 100 juta dolar. Hal ini menandakan bahwa peminat VR sebenarnya masih besar, hanya saja berubah dari segmen pengguna yang selama ini dibayangkan. Mayoritas pengguna VR sekarang adalah anak-anak dan remaja, khususnya generasi Alpha yang berusia 15 tahun ke bawah. Peralihan pasar ini menjadi tantangan bagi pembuat perangkat yang selama ini fokus pada konsumen profesional atau berpenghasilan tinggi. Startup seperti Spatial berhasil beradaptasi dengan memfokuskan produk mereka pada game VR anak muda. Meski perangkat premium seperti Apple Vision Pro dan Steam Deck masih diminati, momentum terbesar VR saat ini justru ada pada game sederhana dan perangkat yang terjangkau bagi anak muda. Industri perlu menyadari bahwa VR tidak mati, tapi berubah menjadi ekosistem yang lebih muda, lebih luas, dan berbeda dari ekspektasi awal.

Analisis Ahli

Tipatat Chennavasin
Pengguna VR terbesar sekarang adalah generasi muda yang memilih game free-to-play, membuktikan bahwa popularitas VR tidak bergantung pada perangkat mewah tapi pada pengalaman yang mudah diakses.
Chris Pruett
Kejutan dengan lonjakan aktivasi perangkat pada saat Natal menunjukkan pasar VR berubah drastis dengan basis pengguna muda, menuntut pendekatan produk dan konten yang berbeda dari sebelumnya.