Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta PHK 10 Persen, Fokus Beralih dari Metaverse ke Kacamata Pintar AI

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (3mo ago) gadgets-and-wearable (3mo ago)
13 Jan 2026
236 dibaca
1 menit
Meta PHK 10 Persen, Fokus Beralih dari Metaverse ke Kacamata Pintar AI

Rangkuman 15 Detik

Meta melakukan PHK di divisi Reality Labs untuk mengalihkan fokus investasi.
Perusahaan berencana lebih fokus pada pengembangan kacamata pintar dan wearables.
Strategi metaverse Meta akan bergeser ke penggunaan perangkat mobile.
Meta mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja sebanyak sekitar 10 persen di divisi Reality Labs yang bertugas mengembangkan produk XR seperti headset VR dan kacamata pintar. Langkah ini akan dimulai pada hari Selasa sebagai bagian dari restrukturisasi internal perusahaan. Juru bicara Meta, Tracy Clayton, menegaskan bahwa perusahaan kini mengalihkan sebagian investasi dari metaverse ke produk wearable. Salah satu contoh wearable yang mendapatkan perhatian adalah Ray-Ban smart glasses yang diluncurkan tahun lalu dan mulai populer. Perubahan ini menunjukkan bahwa Meta semakin fokus pada pengembangan perangkat seperti kacamata pintar AI daripada headset VR yang sebelumnya menjadi ikon mereka dalam dunia metaverse. Produk seperti Meta Ray-Ban Display menjadi simbol usaha baru ini. Meski begitu, Meta tidak sepenuhnya meninggalkan metaverse. Menurut memo internal dari CTO Andrew Bosworth, perusahaan akan menggeser strategi metaverse agar lebih mobile-friendly dan tidak lagi hanya fokus pada platform sosial berbasis VR. Dari penghematan akibat pemutusan karyawan ini, Meta berencana menginvestasikan kembali dana untuk mendukung pertumbuhan produk wearable sepanjang tahun ini. Hal ini mengindikasikan bahwa wearable akan menjadi prioritas utama pengembangan teknologi masa depan perusahaan.

Analisis Ahli

Mark Sullivan (Tech Analyst)
Fokus Meta pada wearable AI adalah respons terhadap kebutuhan pasar yang kini lebih mengutamakan perangkat praktis ketimbang pengalaman VR yang rumit. Namun, pengurangan karyawan di Reality Labs bisa memperlambat pengembangan teknologi metaverse yang sangat inovatif.