Waspada Serangan Phishing Setelah Lonjakan Email Reset Password Instagram
Courtesy of Forbes

Waspada Serangan Phishing Setelah Lonjakan Email Reset Password Instagram

Memberikan peringatan dan edukasi kepada pengguna Instagram agar tetap waspada terhadap serangan phishing yang muncul akibat lonjakan email reset password yang tidak diminta.

16 Jan 2026, 21.17 WIB
30 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pengguna Instagram harus waspada terhadap potensi serangan phishing setelah lonjakan email reset password.
  • Otentikasi dua faktor sangat penting untuk menjaga keamanan akun.
  • Penting untuk memverifikasi permintaan reset password dan tidak mengklik tautan dari email yang tidak diminta.
Dublin, Irlandia - Baru-baru ini, banyak pengguna Instagram menerima email reset password dalam jumlah besar secara tiba-tiba, yang menimbulkan kekhawatiran akan keamanan akun mereka. Instagram mengonfirmasi bahwa ada sebuah celah yang memungkinkan pihak luar mengirim email tersebut, namun masalah ini sudah diperbaiki.
Meski sudah diperbaiki, para ahli keamanan memperingatkan bahwa situasi ini bisa disalahgunakan oleh penjahat siber untuk melakukan serangan phishing. Email reset yang asli tapi tak diminta membuat pengguna bingung dan lebih mudah terjebak saat menerima pesan palsu yang terlihat resmi.
ESET Ireland, sebuah perusahaan keamanan siber, mengingatkan pengguna agar selalu waspada, mengabaikan email reset yang tidak mereka minta, dan selalu mengecek langsung lewat aplikasi Instagram resmi bila ragu. Pengguna juga dianjurkan mengaktifkan perlindungan dua faktor untuk menambah keamanan akun.
Pihak National Cybersecurity Center menyatakan bahwa dalam kasus seperti ini, komunikasi antara perusahaan dan pengguna seringkali kurang efektif, sehingga pengguna tidak tahu cara bertindak yang benar dan siapa yang harus dipercaya. Hal ini menambah risiko kebingungan dan kerentanan.
Sebagai langkah pencegahan, pengguna harus selalu memeriksa keamanan akun mereka secara langsung dan tidak sembarangan mengklik tautan dalam email yang mencurigakan. Edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari kerugian akibat serangan siber yang kemungkinan akan meningkat.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/daveywinder/2026/01/16/get-ready-for-the-instagram-crimewave-after-password-reset-fiasco/

Analisis Ahli

George Foley
"Lonjakan email reset asli menciptakan ketidakpastian yang membuat orang lebih mudah terjebak dalam phishing karena mereka lebih cenderung mengklik tautan yang salah saat mencoba memperbaiki masalah."
Greg Oslan
"Perusahaan sering kesulitan menjangkau pengguna, dan pengguna sulit membedakan ancaman nyata sehingga tidak ada kepastian siapa yang bisa dipercaya."

Analisis Kami

"Kebocoran seperti ini sangat berbahaya karena menciptakan celah psikologis yang dimanfaatkan penjahat siber untuk melancarkan serangan phishing dengan lebih mudah. Instagram harus lebih transparan dan cepat memberikan informasi resmi agar pengguna tidak terjebak dalam jaringan penipuan yang berpotensi merugikan."

Prediksi Kami

Serangan phishing yang menargetkan pengguna Instagram akan meningkat dalam waktu dekat karena para penjahat memanfaatkan kerentanan yang baru saja terjadi dan kebingungan pengguna.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan email reset password di Instagram?
A
Terjadi lonjakan email reset password yang tidak diminta yang dikeluhkan oleh pengguna Instagram.
Q
Mengapa ESET Ireland memperingatkan pengguna Instagram?
A
ESET Ireland memperingatkan bahwa lonjakan email ini dapat menciptakan kondisi yang ideal untuk serangan phishing.
Q
Apa yang harus dilakukan pengguna jika mereka menerima email reset password yang tidak diminta?
A
Pengguna disarankan untuk mengabaikan semua permintaan reset password yang tidak mereka minta dan memeriksa status akun mereka melalui aplikasi Instagram.
Q
Siapa Greg Oslan dan apa perannya dalam konteks ini?
A
Greg Oslan adalah CEO National Cybersecurity Center yang menyoroti kesulitan dalam mengenali ancaman di tengah kebingungan.
Q
Mengapa otentikasi dua faktor penting dalam situasi ini?
A
Otentikasi dua faktor penting karena dapat melindungi akun pengguna meskipun ada upaya untuk meretas dengan email reset password.