AI summary
Jutaan pengguna Instagram menerima email reset kata sandi tanpa permintaan, yang menandakan potensi kebocoran data. Malwarebytes menemukan bahwa data dari 17,5 juta akun mungkin telah bocor dan dibagikan di komunitas kriminal siber. Instagram menegaskan bahwa email reset tidak selalu menunjukkan bahwa akun telah diretas, dan pengguna sebaiknya tetap waspada. Baru-baru ini, jutaan pengguna Instagram melaporkan menerima email permintaan reset kata sandi yang mereka tidak minta. Email ini membuat pengguna khawatir akan kemungkinan kebocoran data di platform populer milik Meta tersebut. Saat ini, banyak dari mereka bingung apakah akun mereka sudah diretas atau tidak.Firma keamanan siber Malwarebytes menyatakan, kejadian ini kemungkinan berkaitan dengan sebuah dugaan kebocoran data pada akhir 2024 yang menyangkut informasi dari sekitar 17,5 juta akun Instagram. Data yang bocor ini mencakup nama pengguna, alamat email, nomor telepon, dan user ID, yang diyakini berasal dari hasil scraping API Instagram pada tahun 2022.Database tersebut kemudian beredar di sebuah forum kriminal siber bernama BreachForums, yang sebelumnya hanya dibagikan secara terbatas namun kini tersebar secara gratis dan publik. Penyebaran data ini berpotensi menimbulkan risiko besar seperti penipuan, phishing, dan upaya peretasan akun melalui serangan sosial.Instagram dan Meta lalu memberikan klarifikasi bahwa belum ada bukti terjadi pelanggaran sistem atau peretasan akun pengguna. Mereka menjelaskan bahwa sering kali email reset terkirim akibat kesalahan pengetikan alamat email atau nama pengguna oleh orang lain yang mencoba akses akun, bukan karena akun benar-benar dibobol.Sebagai tindakan pencegahan, pengguna dianjurkan untuk tidak membuka atau mengklik tautan di email reset yang tidak diminta, selalu memeriksa sumber email secara teliti, mengganti kata sandi secara rutin, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor guna meningkatkan keamanan akun mereka.
Meningkatnya email reset kata sandi tanpa sebab jelas menunjukkan adanya celah dalam sistem verifikasi permintaan password yang harus segera diperbaiki agar tidak menjadi celah eksploitasi. Pengguna harus tetap waspada dan proaktif dalam mengamankan akun dengan autentikasi dua faktor karena potensi penyalahgunaan data bersifat jangka panjang dan berbahaya.