Risiko Laser Tenaga Surya Luar Angkasa Bisa Rusak Satelit di Orbit
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
14 Jan 2026
65 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Laser yang digunakan untuk energi surya dapat berisiko bagi satelit lain di orbit rendah Bumi.
Discharges listrik yang tidak terduga dapat merusak sistem elektronik satelit.
Kemajuan dalam teknologi dan desain dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan pemanenan energi surya di luar angkasa.
China sedang berupaya mengembangkan stasiun tenaga surya di luar angkasa yang dapat mengirimkan energi ke Bumi menggunakan sinar laser yang sangat kuat. Namun, sebuah studi dari Beijing Institute of Satellite Environment Engineering menemukan bahwa laser ini bisa menimbulkan masalah serius bagi satelit lain. Bila sinar laser meleset dari target, sinar tersebut bisa mengenai satelit lain di orbit rendah Bumi.
Kerusakan yang dapat terjadi akibat sinar laser ini termasuk overheating pada panel surya dan pelepasan listrik singkat yang dapat mengakibatkan arus listrik abnormal di dalam sistem satelit. Arus ini berpotensi merusak peralatan elektronik dan memaksa satelit melakukan shutdown darurat demi mencegah kerusakan lebih jauh.
Risiko makin besar ketika energi laser lebih tinggi atau menggunakan gelombang pendek. Oleh sebab itu, para peneliti memberikan rekomendasi tentang bagaimana memilih parameter laser dan merancang perlindungan agar sistem panel surya satelit tetap aman dari gangguan akibat sinar laser tersebut.
Gagasan tenaga surya luar angkasa sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an oleh Peter Glaser. Kelebihannya adalah bisa memberikan energi tanpa henti tanpa terpengaruh cuaca ataupun siang dan malam. Namun dulu usaha pengiriman energi menggunakan gelombang mikro membutuhkan struktur besar dan biaya besar, sehingga tidak praktis.
Kini, kemajuan pesat dalam roket yang dapat digunakan kembali, bahan ringan, dan kontrol sinar presisi membuat negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China kembali berlomba mengembangkan teknologi ini. AS bahkan sudah memimpin dengan prototipe yang berhasil menguji pengiriman energi di orbit pada tahun 2023.
Analisis Ahli
Prof. Liu Wei (pakar teknik ruang angkasa)
Penelitian ini menyoroti aspek kritis yang sering terlupakan dalam pengembangan teknologi beamed power, yaitu dampak lingkungan satelit dan pentingnya inovasi dalam pelindung sistem elektronik yang dapat mendukung keberlanjutan operasi satelit.Dr. Emily Carter (ahli fisika laser dan optik)
Mengurangi risiko pelepasan listrik akibat sinar laser berenergi tinggi harus diimbangi dengan pengembangan teknologi penyesuaian otomatis dan pemantauan real-time agar kegagalan sistem bisa diminimalisir secara efektif.

