Perusahaan Star Catcher Pecahkan Rekor Kirim Listrik dari Luar Angkasa 1,1 kW
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
21 Nov 2025
63 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Star Catcher Industries berhasil mencetak rekor baru dalam pengiriman daya dari luar angkasa.
Energi surya berbasis luar angkasa menawarkan solusi berkelanjutan untuk kebutuhan energi global.
Pengembangan teknologi ini dapat membawa perubahan signifikan dalam cara kita memanfaatkan energi surya.
Star Catcher Industries telah berhasil memecahkan rekor baru dalam pengiriman listrik jarak jauh dengan menggunakan teknologi tenaga surya berbasis ruang angkasa. Mereka berhasil mengirimkan daya sebesar 1,1 kilowatt menggunakan panel surya standar yang tersedia di pasaran, melampaui prestasi sebelumnya yang dilakukan oleh DARPA dengan 800 watt pada tahun 2025.
Teknologi ini memanfaatkan solar panel untuk menggerakkan laser multi-spektrum optik yang kemudian memancarkan sinar yang dapat ditangkap oleh panel surya lain. Dengan cara ini, energi matahari yang dikumpulkan di luar angkasa dapat ditransmisikan secara nirkabel ke sasaran, seperti satelit atau suatu titik tertentu di orbit Bumi.
Pengujian terbaru ini berlangsung di NASA Kennedy Space Center di Florida dan menjadi langkah penting menuju demonstrasi teknologi di orbit yang direncanakan tahun berikutnya. Star Catcher berencana menggunakan sistem ini tidak hanya untuk mengisi ulang satelit, tetapi juga sebagai jaringan energi orbital yang membantu pusat data dan manufaktur di luar angkasa.
Keuntungan utama dari teknologi ini adalah kemampuannya menyediakan energi sepanjang waktu tanpa hambatan cuaca atau rotasi Bumi, sehingga dapat menghasilkan listrik secara konstan. Hal ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendukung transisi ke sumber energi bersih di masa depan.
Menurut CEO Star Catcher, Andrew Rush, hasil tes ini menjadi bukti kematangan teknologi mereka dan membuka peluang baru untuk membangun jaringan tenaga listrik yang tangguh di orbit, yang bisa mentransmisikan listrik pada saat dibutuhkan, memberikan fleksibilitas dan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan tenaga surya ruang angkasa.
Analisis Ahli
Elon Musk (CEO SpaceX)
Pengembangan teknologi transmisi energi ruang angkasa seperti ini penting untuk mendukung misi jangka panjang di luar angkasa dan memungkinkan eksplorasi yang lebih mandiri tanpa tergantung sumber daya dari Bumi.Dr. John Mankins (Pakar tenaga surya ruang angkasa)
Pendekatan menggunakan laser multi-spektrum untuk mengalirkan energi adalah langkah inovatif yang bisa meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas sistem tenaga surya berbasis orbit dibandingkan microwave klasik.

