China Diminta Pacu Pengembangan Tenaga Surya Luar Angkasa dengan Strategi Top-Down
Sains
Iklim dan Lingkungan
16 Agt 2025
34 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China perlu meningkatkan upaya dalam pengembangan teknologi tenaga surya spasial.
Strategi terencana diperlukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain seperti Amerika Serikat.
Fasilitas tenaga surya di luar angkasa memiliki potensi efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembangkit tenaga surya di darat.
China masih tertinggal dalam pengembangan teknologi tenaga surya luar angkasa dibanding Amerika Serikat yang sudah sejak lama meneliti dan menguji teknologi ini. Penelitian di China banyak dilakukan oleh universitas dan institusi yang belum memiliki kapasitas besar untuk mendukung proyek sebesar ini.
Tenaga surya luar angkasa memungkinkan energi dihasilkan secara terus menerus tanpa terganggu oleh cuaca atau malam hari, karena pembangkit berada di orbit yang mendapatkan radiasi matahari lebih intens.
Ge Changchun, seorang akademisi dari Chinese Academy of Sciences, mengingatkan pentingnya penerapan strategi top-down dari pemerintah untuk mempercepat pengembangan teknologi ini agar China bisa mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat.
Teknologi ini bekerja dengan mengumpulkan energi matahari di ruang angkasa, lalu mengubahnya menjadi listrik dan mengirimkan daya tersebut ke Bumi menggunakan gelombang mikro atau laser, sebuah cara yang sangat efisien dibandingkan pembangkit surya di darat.
Jika China mampu memperkuat upayanya dengan dukungan strategi dan koordinasi nasional, teknologi tenaga surya luar angkasa dapat menjadi salah satu andalan utama negara ini dalam menghadapi kebutuhan energi baru dan revolusi di sektor antariksa.
Analisis Ahli
Ge Changchun
Teknologi tenaga surya luar angkasa adalah bidang strategis yang memerlukan pendekatan terpusat untuk mengimbangi kemajuan Amerika Serikat dan negara lain.

