
Courtesy of CNBCIndonesia
Mengapa Arab Saudi dan UEA Harus Impor Pasir Meski Gurun Melimpah
Menjelaskan mengapa negara-negara dengan gurun pasir luas tetap mengimpor pasir berkualitas tinggi dari luar negeri untuk konstruksi infrastruktur modern serta menggambarkan tantangan dan solusi terkait ketergantungan pasir impor.
14 Jan 2026, 06.30 WIB
198 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pasir gurun tidak cocok untuk pembangunan infrastruktur modern dan negara seperti Arab Saudi dan UEA harus mengimpor pasir berkualitas tinggi.
- Proyek-proyek besar di Arab Saudi, seperti NEOM, meningkatkan permintaan akan pasir yang berkualitas.
- Krisis pasir global mempengaruhi banyak negara dan mendorong pencarian alternatif, seperti pasir buatan.
Jakarta , Indonesia - Negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memiliki gurun pasir yang sangat luas, tapi pasir dari gurun tersebut ternyata tidak dapat digunakan untuk konstruksi modern. Pasir gurun memiliki butiran yang halus dan bulat akibat erosi angin, sehingga tidak cocok untuk beton yang membutuhkan pasir kasar dan bersudut agar kuat.
Karena itu, Arab Saudi, UEA, dan Qatar mengimpor pasir berkualitas tinggi dari negara lain seperti Australia, China, dan Belgia. Pasir tersebut biasanya diambil dari dasar sungai, danau, atau laut karena butirannya yang lebih bersudut dan mampu mengikat kuat saat dicampur dengan semen.
Proyek besar di Timur Tengah seperti pembangunan kota futuristik NEOM di Arab Saudi dan gedung tertinggi dunia Burj Khalifa di Dubai membutuhkan pasokan beton yang sangat banyak dengan pasir berkualitas tinggi. Karena pasir gurun tidak memenuhi standar tersebut, pemerintah harus mengimpor pasir untuk memastikan kekuatan konstruksi.
Namun, krisis pasir menjadi masalah global. Pengambilan pasir secara besar-besaran telah merusak lingkungan dan menyebabkan erosi sungai serta hilangnya keanekaragaman hayati. Organisasi PBB UNEP telah memperingatkan bahwa konsumsi pasir di dunia mencapai 50 miliar ton per tahun, dan hanya sebagian kecil pasir yang cocok untuk konstruksi.
Sebagai solusi, beberapa negara mulai mengembangkan pasir buatan dan menggunakan limbah konstruksi yang didaur ulang. Arab Saudi juga menjajaki alternatif tersebut, meski kebijakan nasional yang jelas masih belum ada untuk mengurangi ketergantungan impor pasir dalam jangka panjang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114061828-37-702127/walau-gurun-luas-negara-arab-ternyata-impor-pasir-gila-gilaan
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114061828-37-702127/walau-gurun-luas-negara-arab-ternyata-impor-pasir-gila-gilaan
Analisis Ahli
Dr. A. Santoso (Ahli Geologi)
"Pasir sungai dan dasar laut memang memiliki kualitas mekanik yang lebih baik untuk beton dibandingkan pasir gurun, karena bentuk butirannya yang bersudut dan dapat mengunci lebih kuat dalam campuran beton."
Prof. L. Wijaya (Pakar Teknik Sipil)
"Ketergantungan pada impor pasir bisa menjadi risiko strategis bagi negara berkembang cepat seperti UAE dan Arab Saudi; investasi dalam M-sand dan daur ulang harus jadi prioritas jangka panjang."
Analisis Kami
"Masalah pasir ini menunjukkan betapa sumber daya alam yang tampak melimpah tidak selalu memenuhi standar industri modern, yang membuat negara kaya harus mengimpor bahan dasar vital. Arab Saudi dan UEA harus lebih agresif dalam mengembangkan teknologi substitusi dan kebijakan lingkungan agar proyek besar mereka berkelanjutan tanpa merusak ekosistem lokal."
Prediksi Kami
Ketergantungan global pada pasir berkualitas tinggi akan mendorong inovasi dalam pembuatan pasir buatan dan teknologi daur ulang, sekaligus memperketat regulasi eksploitasi pasir alami demi menjaga lingkungan.
Pertanyaan Terkait
Q
Mengapa Arab Saudi dan UEA mengimpor pasir untuk konstruksi?A
Arab Saudi dan UEA mengimpor pasir karena pasir gurun tidak memenuhi standar kualitas untuk pembangunan infrastruktur modern.Q
Apa karakteristik pasir gurun yang membuatnya tidak cocok untuk pembangunan?A
Pasir gurun memiliki butiran yang terlalu bulat dan halus, sehingga tidak cocok untuk pembuatan beton yang membutuhkan pasir bersudut dan kasar.Q
Apa proyek besar yang sedang dijalankan oleh Arab Saudi?A
Proyek besar yang sedang dijalankan oleh Arab Saudi termasuk Vision 2030, NEOM, dan proyek pariwisata Laut Merah.Q
Bagaimana Australia berperan dalam perdagangan pasir global?A
Australia merupakan salah satu eksportir pasir terbesar di dunia, mengekspor pasir berkualitas tinggi ke negara-negara seperti Arab Saudi dan UEA.Q
Apa dampak dari ketergantungan pada pasir impor terhadap lingkungan?A
Ketergantungan pada pasir impor dapat menyebabkan krisis pasir global dan merusak lingkungan, seperti erosi sungai dan hilangnya keanekaragaman hayati.




