
Courtesy of CNBCIndonesia
Mengapa Arab Saudi dan UEA Harus Impor Pasir Meski Dikelilingi Gurun
Mengungkap fenomena paradoks ketergantungan pasir impor oleh negara gurun seperti Arab Saudi dan UEA dalam menopang proyek pembangunan besar serta tantangan dan dampak lingkungan dari eksploitasi pasir, sehingga pembaca memahami pentingnya kualitas pasir dalam konstruksi dan kondisi global terkait sumber daya ini.
02 Jan 2026, 10.30 WIB
152 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pasir gurun tidak cocok untuk konstruksi karena karakteristik butirannya.
- Arab Saudi mengandalkan pasir impor untuk proyek-proyek besar seperti NEOM.
- Krisis pasir global mengancam lingkungan dan memicu eksplorasi alternatif seperti pasir buatan.
Jakarta, Indonesia - Meskipun Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikelilingi oleh gurun pasir yang luas, negara-negara ini justru mengimpor pasir dari luar negeri untuk kebutuhan konstruksi mereka. Pasir gurun yang berlimpah ternyata tidak memenuhi standar teknis untuk pembangunan infrastruktur modern karena butirannya halus dan bulat, sehingga tidak cocok untuk membuat beton berkualitas.
Pasir terbaik untuk konstruksi biasanya berasal dari sungai, danau, atau dasar laut karena butirannya bersudut dan kasar, sehingga dapat mengikat semen dengan lebih kuat. Oleh sebab itu, pasir dari Australia dan negara lain menjadi sumber penting impor bagi Arab Saudi, UEA, dan Qatar yang sedang membangun proyek besar seperti NEOM, The Line, dan Burj Khalifa.
Proyek-proyek besar tersebut membutuhkan beton dalam jumlah yang sangat besar dengan spesifikasi tinggi yang tidak bisa dipenuhi oleh pasir gurun lokal. Impor pasir dari Australia misalnya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat penting untuk keberhasilan proyek konstruksi futuristik di wilayah Teluk ini.
Krisis pasir ini juga menjadi isu global. PBB dan UNEP memperingatkan bahwa eksploitasi pasir yang masif telah menyebabkan kerusakan lingkungan serius mulai dari erosi sungai hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Penggunaan pasir yang berlebihan adalah masalah dunia yang harus diatasi melalui pengembangan alternatif seperti pasir buatan dan limbah daur ulang.
Baca juga: Daur Ulang Pasir dan Kerikil Bangunan Bisa Penuhi Setengah Kebutuhan Konstruksi China pada 2050
Meski Arab Saudi mulai menjajaki solusi pengurangan ketergantungan impor pasir, belum ada kebijakan nasional yang komprehensif. Dengan berlanjutnya proyek-proyek ambisius di wilayah Teluk, kebutuhan pasir berkualitas tetap tinggi. Ini mengharuskan negara-negara tersebut untuk terus mencari solusi inovatif demi keberlanjutan sumber daya dan pembangunan jangka panjang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260102102635-37-699097/alasan-negara-arab-impor-pasir-gila-gilaan-walau-punya-gurun-luas
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260102102635-37-699097/alasan-negara-arab-impor-pasir-gila-gilaan-walau-punya-gurun-luas
Analisis Ahli
Dr. Sarah Johnson (Ahli Lingkungan dan Sumber Daya Alam)
"Eksploitasi pasir secara besar-besaran memang berdampak parah terhadap ekosistem sungai dan pesisir, dan urgent untuk mengembangkan alternatif agar menjaga keberlanjutan lingkungan."
Prof. Ahmad Al-Farsi (Ahli Teknik Sipil dari Universitas Arab Saudi)
"Kualitas pasir sangat menentukan kekuatan beton, jadi impor pasir berkualitas tinggi merupakan keharusan untuk proyek pembangunan infrastruktur massif seperti NEOM."
Analisis Kami
"Paradoks pasir yang dialami negara-negara gurun seperti Arab Saudi sebenarnya menggarisbawahi pentingnya kualitas material dalam pembangunan modern yang sering kali diabaikan publik. Jika tidak segera diatasi dengan teknologi alternatif dan kebijakan berkelanjutan, krisis pasir bukan hanya masalah regional, tapi akan menjadi masalah global yang serius bagi sektor konstruksi."
Prediksi Kami
Ketergantungan negara-negara Teluk pada pasir impor akan terus meningkat jika tidak ada pengembangan teknologi dan kebijakan nasional untuk penggunaan alternatif pasir, sementara isu lingkungan akibat eksploitasi akan memicu regulasi global yang lebih ketat di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Mengapa Arab Saudi dan UEA mengimpor pasir meskipun dikelilingi gurun?A
Arab Saudi dan UEA mengimpor pasir karena pasir gurun tidak memenuhi standar untuk pembangunan infrastruktur modern.Q
Apa yang membuat pasir gurun tidak cocok untuk konstruksi?A
Pasir gurun memiliki butiran yang terlalu bulat dan halus, sehingga tidak cocok untuk pembuatan beton yang membutuhkan butiran kasar dan bersudut.Q
Apa proyek ambisius yang sedang dijalankan Arab Saudi?A
Arab Saudi sedang menjalankan proyek Vision 2030, termasuk pembangunan kota futuristik NEOM.Q
Bagaimana Australia berperan dalam perdagangan pasir global?A
Australia merupakan eksportir pasir terbesar kedua di dunia, yang menyediakan pasir berkualitas tinggi untuk negara-negara seperti Arab Saudi dan UEA.Q
Apa dampak dari ketergantungan pada pasir impor?A
Ketergantungan pada pasir impor mencerminkan masalah regional dan krisis global terkait dengan eksploitasi sumber daya alam.




