Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Gunakan Batubara untuk Bahan Kimia, Kurangi Ketergantungan Minyak

Sains
Iklim dan Lingkungan
SCMP SCMP
13 Jan 2026
42 dibaca
2 menit
China Gunakan Batubara untuk Bahan Kimia, Kurangi Ketergantungan Minyak

Rangkuman 15 Detik

China berusaha mengurangi ketergantungan pada impor minyak dengan memanfaatkan batubara.
Proyek-proyek yang disetujui menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri kimia berbasis batubara.
Menggunakan batubara dapat menjadi alternatif ekonomis dalam produksi bahan mentah penting.
China sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak impor dengan mengembangkan proyek-proyek yang menggunakan batubara sebagai bahan baku utama. Batubara dapat diolah menjadi olefin, bahan penting dalam produksi plastik, serat sintetis, dan karet sintetis. Ini adalah alternatif yang lebih murah dibandingkan membuat olefin dari minyak. Pemerintah Beijing telah menyetujui lebih dari 30 proyek dengan kapasitas tahunan gabungan lebih dari 24 juta ton di daerah kaya batubara seperti Shaanxi dan Mongolia Dalam. Dari proyek-proyek ini, 20 sudah beroperasi untuk menghasilkan bahan kimia penting yang sebelumnya bergantung pada minyak impor. Penggunaan batubara menjadi penting karena harga produksi dari batubara sekitar 6,300 yuan per ton, lebih murah 1,500 yuan dibanding menggunakan minyak. Keunggulan biaya ini membuat proses tersebut menguntungkan selama harga minyak berada di atas Rp 584.50 ribu (US$35) per barel. Langkah ini juga menjadi respons terhadap strategi Amerika Serikat yang mencoba memperluas kontrol pasokan minyak global, sehingga China ingin mengurangi kerentanannya dengan semakin mandiri dalam bahan baku kimia. Ini dapat membantu mengamankan industri dalam negeri dan menurunkan ketergantungan dari luar negeri. Meskipun menjanjikan dari sisi ekonomi, pemanfaatan batubara juga harus diawasi agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Penting bagi China untuk mengadopsi teknologi canggih agar produksi bahan kimia dari batubara tidak memperparah polusi dan perubahan iklim.

Analisis Ahli

Dr. Li Wei, Profesor Energi Terbarukan
Inisiatif China menunjukkan pergeseran penting dalam dinamika energi global dan menekankan perlunya inovasi teknologi agar produksi dari batubara menjadi lebih bersih dan efisien.