
Courtesy of SCMP
Teknologi Baru Ubah Syngas Jadi Plastik & Karet Tanpa Petroleum
Mengembangkan katalis berbasis nanopartikel besi yang dapat mengubah syngas dari biomassa dan batubara langsung menjadi olefin dengan efisiensi dan keberlanjutan lebih tinggi, sehingga mengurangi ketergantungan pada petroleum dalam produksi bahan kimia penting.
18 Nov 2025, 15.40 WIB
168 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Katalis baru dapat meningkatkan efisiensi produksi olefin dari biomassa dan syngas.
- Penemuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dalam pembuatan produk kimia.
- Proses ini menawarkan alternatif yang lebih berkelanjutan untuk produksi plastik dan bahan kimia lainnya.
Cina - Para ilmuwan di Cina berhasil menciptakan katalis berbasis nanopartikel besi yang dapat mengubah syngas, campuran gas hasil proses biomassa dan batubara, menjadi olefin secara langsung. Olefin ini adalah bahan dasar penting dalam produksi plastik, deterjen, dan karet sintetis.
Biasanya, olefin dihasilkan dari pengolahan petroleum dengan proses yang membutuhkan energi sangat tinggi dan menghasilkan banyak limbah berbahaya seperti karbon dioksida. Metode baru ini menggabungkan dua reaksi kimia menjadi satu proses yang lebih efisien dengan memanfaatkan katalis inovatif.
Teknologi tersebut meningkatkan ekonomi atom hidrogen, artinya lebih sedikit energi dan bahan yang terbuang selama proses konversi. Hal ini memberikan solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan cara lama yang masih mengandalkan bahan bakar fosil.
Selain lebih efisien, proses ini memungkinkan produksi olefin dari sumber yang lebih mudah didapatkan dan terbarukan seperti biomassa, bahkan batubara dengan proses yang telah dimodifikasi. Ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada minyak bumi yang jumlahnya terbatas dan berdampak buruk pada lingkungan.
Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah terkemuka Science pada tanggal 30 Oktober, menandai langkah penting dalam inovasi teknologi kimia yang berpotensi mengubah industri plastik dan bahan kimia secara global.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3333194/china-teams-super-efficient-catalyst-turns-coal-plastic-and-other-synthetics?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3333194/china-teams-super-efficient-catalyst-turns-coal-plastic-and-other-synthetics?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Prof. Li Zhang (Ahli Teknologi Kimia)
"Penemuan ini menunjukkan bahwa pengembangan katalis efisien dari sumber non-petroleum adalah kunci untuk masa depan industri kimia hijau dan dapat mempercepat transisi energi bersih."
Analisis Kami
"Inovasi katalis nanopartikel besi ini dapat merevolusi cara kita memproduksi bahan kimia dasar yang sangat dibutuhkan industri modern. Langkah ini akan mendorong kemajuan besar dalam upaya mengurangi jejak karbon sekaligus mempertahankan produksi massal olefin yang vital."
Prediksi Kami
Dengan teknologi ini, industri kimia dan plastik berpotensi beralih dari sumber bahan baku petroleum ke sumber yang lebih berkelanjutan seperti biomassa, mengurangi dampak negatif lingkungan dan ketergantungan pada minyak bumi.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan oleh ilmuwan Tiongkok dalam penelitian ini?A
Ilmuwan Tiongkok menemukan katalis berbasis besi yang dapat mengubah biomassa dan syngas menjadi olefin secara langsung.Q
Bagaimana cara kerja katalis yang dikembangkan?A
Katalis bekerja dengan menggabungkan dua reaksi yang memiliki batasan masing-masing, sehingga meningkatkan efisiensi konversi.Q
Apa itu syngas dan mengapa penting dalam penelitian ini?A
Syngas adalah gas yang dihasilkan dari biomassa dan batubara, penting karena dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan olefin.Q
Apa saja kegunaan olefin yang dihasilkan dari proses ini?A
Olefin yang dihasilkan memiliki banyak kegunaan, termasuk dalam produksi plastik, deterjen, dan karet sintetis.Q
Mengapa penelitian ini dapat dianggap sebagai terobosan dalam keberlanjutan?A
Penelitian ini dianggap terobosan karena meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah dalam produksi bahan kimia tanpa bergantung pada minyak bumi.


