Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Adukan Starlink Elon Musk ke PBB, Risiko Tabrakan Satelit Meningkat

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (2mo ago) astronomy-and-space-exploration (2mo ago)
07 Jan 2026
282 dibaca
2 menit
China Adukan Starlink Elon Musk ke PBB, Risiko Tabrakan Satelit Meningkat

Rangkuman 15 Detik

China menyatakan kekhawatiran mengenai keselamatan terkait konstelasi satelit Starlink.
SpaceX berencana menurunkan ketinggian satelit untuk mengurangi risiko tabrakan.
Ambisi Elon Musk dalam pengembangan satelit Starlink berpotensi menambah kepadatan orbit rendah Bumi.
China mengadukan satelit Starlink milik Elon Musk ke Dewan Keamanan PBB dengan alasan satelit tersebut mengancam keselamatan di orbit rendah Bumi. Keluhan ini muncul karena jumlah satelit Starlink yang terus bertambah dan berpotensi menyebabkan tabrakan antar satelit, terutama karena menggunakan sumber daya frekuensi-orbit yang padat. Menurut perwakilan China, ada kejadian pada 2021 di mana satelit Starlink hampir membahayakan stasiun ruang angkasa China karena terbang terlalu dekat, yang bisa mengancam keselamatan astronot. China menilai keberadaan ribuan satelit ini harus diatur dengan lebih ketat untuk mencegah risiko yang lebih besar. Saat ini ada sekitar 12.955 satelit aktif di orbit rendah Bumi, dan sekitar 8.500 di antaranya milik Starlink. SpaceX bahkan berencana meluncurkan 12.000 satelit lagi, dengan ambisi jangka panjang hingga 42.000 satelit, sehingga menambah kepadatan di orbit rendah Bumi. Sebagai respons, SpaceX berencana menurunkan ketinggian orbit satelit Starlink dari 550 km menjadi 480 km pada tahun 2026. Penurunan ketinggian ini diyakini dapat mengurangi risiko tabrakan dan tumpukan puing antariksa karena satelit yang lebih rendah akan lebih cepat terbakar saat memasuki atmosfer. Selain SpaceX, China juga memiliki proyek satelit masal yang akan meluncurkan lebih dari 15 ribu satelit pada 2030. Persaingan ini berpotensi membuat orbit rendah Bumi semakin padat, sehingga penting adanya kolaborasi dan regulasi internasional demi menjaga keselamatan dan keamanan ruang angkasa.

Analisis Ahli

Dr. Elena Martinez (Ahli Astronomi dan Keamanan Luar Angkasa)
Konflik kepentingan antar negara dalam pengelolaan orbit rendah Bumi akan menjadi isu utama ke depan, sehingga perlu ada standar internasional yang jelas dan patuh untuk mencegah kecelakaan dan tumpang tindih penggunaan spektrum frekuensi.