Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Wells Fargo Pecat Karyawan yang Pakai Mouse Jigglers untuk Pura-Pura Kerja

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
05 Jan 2026
274 dibaca
1 menit
Wells Fargo Pecat Karyawan yang Pakai Mouse Jigglers untuk Pura-Pura Kerja

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan alat untuk berpura-pura bekerja dapat berakibat serius bagi karyawan.
Perusahaan harus memiliki standar tinggi dan menegakkan etika kerja.
Tingkat keterlibatan karyawan dalam pekerjaan tetap menjadi masalah yang perlu diatasi.
Beberapa mantan karyawan Bank Wells Fargo diketahui menggunakan alat bernama mouse jigglers untuk membuat komputer mereka terus aktif, sehingga terlihat seperti sedang bekerja padahal tidak. Tindakan ini terkuak dan menyebabkan mereka langsung dipecat oleh perusahaan. Mouse jigglers bekerja dengan cara menggerakkan mouse secara otomatis, sehingga komputer tidak masuk ke mode tidur meskipun tidak ada aktivitas nyata dari pengguna. Alat ini sebenarnya sudah ada cukup lama dan mudah ditemukan di pasaran. Penggunaan mouse jigglers ini makin populer selama pandemi Covid-19, saat banyak pekerja harus bekerja dari rumah. Karena tidak ada pengawasan langsung dari bos, beberapa pegawai memakai alat tersebut untuk terlihat sibuk. Wells Fargo menyampaikan bahwa mereka memiliki standar tinggi dan tidak akan mentolerir perilaku tidak etis dari karyawan. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi perusahaan lain dalam mengelola sistem kerja jarak jauh atau hybrid. Laporan dari Gallup menunjukkan bahwa dari semua pekerja di dunia, 62% tidak terlibat secara aktif dalam pekerjaan mereka. Data ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan efektivitas kerja terutama saat banyak pekerja beralih ke sistem remote work.

Analisis Ahli

Derek Thompson (Jurnalis Ekonomi dan Penulis)
Keterlibatan karyawan adalah masalah yang sudah lama ada dan diperparah oleh kerja jarak jauh, yang menuntut pendekatan manajerial yang inovatif dan fleksibel.
Adam Grant (Profesor Psikologi Organisasi)
Menjaga motivasi dan keterlibatan karyawan membutuhkan lebih dari sekedar kontrol teknologi; diperlukan budaya kerja yang mendukung dan komunikasi yang jelas.