Tantangan Besar Influencer Mendapatkan Penghasilan Layak dari Media Sosial
Courtesy of CNBCIndonesia

Tantangan Besar Influencer Mendapatkan Penghasilan Layak dari Media Sosial

Mengungkap tantangan yang dihadapi para influencer dalam mendapatkan penghasilan yang layak dari platform media sosial serta bagaimana perubahan kebijakan dan persaingan membuat pekerjaan ini semakin sulit.

04 Jan 2026, 10.45 WIB
238 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Industri influencer semakin sesak dengan banyaknya kreator konten baru.
  • Penghasilan dari media sosial semakin sulit didapat dan bergantung pada kebijakan platform.
  • Banyak influencer yang menghadapi tantangan finansial meskipun memiliki pengikut yang banyak.
Jakarta, Indonesia - Industri influencer saat ini menghadapi banyak tantangan yang membuat penghasilan para kreator konten lebih kecil dari yang diperkirakan, walaupun jumlah pengikut mereka besar. Banyak media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Instagram mulai mengubah kebijakan pembayaran sehingga membuat pendapatan dari platform menjadi lebih ketat dan tidak menentu.
Salah satu contoh kreator konten penuh waktu adalah Clint Brantley yang meskipun memiliki lebih dari 400 ribu pengikut dan tayangan konten mencapai lebih dari 100 ribu, penghasilannya di tahun sebelumnya lebih rendah dari rata-rata gaji pekerja penuh waktu di AS yang mencapai US$ 58.084 atau setara Rp 950 juta. Kondisi ini membuatnya sulit untuk mandiri secara finansial dan masih tinggal bersama ibunya.
Data dari NeoReach menunjukkan bahwa hampir setengah influencer di dunia mendapat penghasilan di bawah US$ 15.000 atau Rp 245 juta per tahun, sementara hanya sebagian kecil yang mendapatkan lebih dari US$ 100.000. Hal ini semakin diperparah oleh banyaknya orang yang mulai mencari nafkah dari dunia influencer, menambah ketatnya persaingan.
Para influencer juga harus menghadapi tekanan berat, mulai dari menciptakan konten yang diminati secara konsisten hingga menjaga hubungan dengan penggemar. Mereka juga harus mengatasi kurangnya jaminan sosial seperti asuransi kesehatan dan pensiun yang tidak mereka dapatkan dibandingkan pekerja kantoran.
Di sisi platform, program pendanaan untuk kreator yang dulunya besar seperti TikTok Creator Fund dan program YouTube Shorts kini dirancang dengan syarat yang lebih ketat, membuat bayaran untuk setiap tayangan video terus menurun. Ketidakpastian ditambah ancaman pemblokiran TikTok di AS pada 2025 membuat masa depan penghasilan dari media sosial semakin tidak pasti.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260104083843-37-699439/influencer-terancam-miskin-sinyalnya-sudah-terlihat-di-amerika

Analisis Ahli

Jasmine Enberg
"Kreator yang berhasil bertahan dan hidup dari pekerjaan ini biasanya sudah tekun bertahun-tahun. Pekerjaan sebagai influencer jauh lebih berat daripada yang dibayangkan banyak orang karena kebutuhan konten yang terus-menerus dan interaksi dengan audiens."

Analisis Kami

"Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun dunia influencer tampak menggiurkan, kenyataannya banyak kreator yang terseok-seok secara finansial karena ketimpangan pendapatan dan dominasi platform besar. Untuk bertahan, kreator harus lebih inovatif dalam mencari sumber penghasilan dan tidak hanya bergantung pada pembayaran langsung dari media sosial."

Prediksi Kami

Industri influencer akan semakin kompetitif dan banyak kreator konten yang mungkin akan beralih ke model monetisasi alternatif atau platform baru untuk mendapatkan penghasilan yang stabil.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tantangan utama yang dihadapi para influencer saat ini?
A
Tantangan utama yang dihadapi para influencer saat ini adalah persaingan yang ketat dan pengurangan komisi dari platform media sosial.
Q
Mengapa penghasilan influencer semakin sulit didapat?
A
Penghasilan influencer semakin sulit didapat karena platform media sosial mulai mengubah kebijakan pembayaran dan brand semakin selektif dalam memilih influencer untuk bekerja sama.
Q
Siapa saja contoh influencer terkenal yang disebutkan dalam artikel?
A
Contoh influencer terkenal yang disebutkan dalam artikel adalah Mr. Beast, Charli D'Amelio, dan Raffi Ahmad.
Q
Apa dampak dari banyaknya kreator konten baru di media sosial?
A
Dampak dari banyaknya kreator konten baru di media sosial adalah semakin kecilnya 'kue' yang harus dibagi di antara mereka, sehingga banyak yang mengumpulkan penghasilan di bawah standar.
Q
Bagaimana cara influencer mendapatkan penghasilan dari platform media sosial?
A
Influencer mendapatkan penghasilan dari platform media sosial melalui iklan, kerja sama dengan brand, dan link afiliasi.