AI summary
TikTok meluncurkan skema monetisasi baru untuk kreator konten mulai 1 Oktober 2025. Kreator dapat memperoleh pendapatan dari Subscription dan berpotensi mendapatkan bonus berdasarkan kinerja. Pemasukan kreator di Amerika Utara jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebijakan global TikTok. TikTok telah mengumumkan program baru untuk memberikan kesempatan bagi para pembuat konten agar bisa mendapatkan penghasilan lebih dari platformnya. Mulai dari 1 Oktober 2025, terdapat dua fitur baru yaitu Subscription dan Super Fan yang memungkinkan pengguna membayar langganan bulanan untuk menikmati konten eksklusif dari kreator favoritnya.Fitur Subscription memungkinkan kreator menawarkan konten non-live seperti postingan berlangganan, stiker, dan badge khusus yang hanya dapat diakses oleh pengguna yang berlangganan. Dengan begitu, kreator bisa mendapatkan penghasilan rutin setiap bulan dari pengikut mereka.TikTok memberikan pembagian hasil yang berbeda tergantung lokasinya. Di Amerika dan Kanada, kreator bisa memperoleh hingga 90% dari pendapatan setelah biaya App Store dikurangi, sementara di negara lain pembagian keuntungan maksimal hanya sekitar 50%. Kreator juga bisa mendapatkan bonus tambahan 20% jika memenuhi syarat tertentu.Syarat agar bisa mendapatkan bonus ini adalah kreator harus memiliki minimal 10 ribu followers dan mencapai 1 juta penayangan video dalam satu bulan. Bonus ini diberikan berdasarkan tingkat keterlibatan dan aktivitas pengguna yang mengikuti kreator tersebut.Selain pengumuman monetisasi baru ini, TikTok juga sedang mengalami proses negosiasi terkait penjualan sahamnya di Amerika Serikat. Valuasi bisnis TikTok di AS diperkirakan sekitar US$14 miliar, lebih rendah dari perkiraan awal analis. Hal ini menandakan situasi kompleks antara regulasi dan bisnis teknologi di pasar AS.
Skema monetisasi ini memberikan insentif kuat bagi kreator untuk terus berkarya dengan penghasilan yang lebih tinggi di wilayah Amerika Utara dan Kanada dibandingkan global, yang dapat menyebabkan ketimpangan dalam kualitas konten antar wilayah. Selain itu, strategi ini juga tampak sebagai upaya TikTok mempertahankan posisi sekaligus menyeimbangkan tekanan politik dan pasar di AS melalui negosiasi penjualan saham.