Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

TikTok Luncurkan Skema Monetisasi Baru, Kreator Bisa Raup Pendapatan Besar

Bisnis
Marketing
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
15 Okt 2025
251 dibaca
2 menit
TikTok Luncurkan Skema Monetisasi Baru, Kreator Bisa Raup Pendapatan Besar

Rangkuman 15 Detik

TikTok meluncurkan skema monetisasi baru untuk kreator konten mulai 1 Oktober 2025.
Kreator dapat memperoleh pendapatan dari Subscription dan berpotensi mendapatkan bonus berdasarkan kinerja.
Pemasukan kreator di Amerika Utara jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebijakan global TikTok.
TikTok telah mengumumkan program baru untuk memberikan kesempatan bagi para pembuat konten agar bisa mendapatkan penghasilan lebih dari platformnya. Mulai dari 1 Oktober 2025, terdapat dua fitur baru yaitu Subscription dan Super Fan yang memungkinkan pengguna membayar langganan bulanan untuk menikmati konten eksklusif dari kreator favoritnya. Fitur Subscription memungkinkan kreator menawarkan konten non-live seperti postingan berlangganan, stiker, dan badge khusus yang hanya dapat diakses oleh pengguna yang berlangganan. Dengan begitu, kreator bisa mendapatkan penghasilan rutin setiap bulan dari pengikut mereka. TikTok memberikan pembagian hasil yang berbeda tergantung lokasinya. Di Amerika dan Kanada, kreator bisa memperoleh hingga 90% dari pendapatan setelah biaya App Store dikurangi, sementara di negara lain pembagian keuntungan maksimal hanya sekitar 50%. Kreator juga bisa mendapatkan bonus tambahan 20% jika memenuhi syarat tertentu. Syarat agar bisa mendapatkan bonus ini adalah kreator harus memiliki minimal 10 ribu followers dan mencapai 1 juta penayangan video dalam satu bulan. Bonus ini diberikan berdasarkan tingkat keterlibatan dan aktivitas pengguna yang mengikuti kreator tersebut. Selain pengumuman monetisasi baru ini, TikTok juga sedang mengalami proses negosiasi terkait penjualan sahamnya di Amerika Serikat. Valuasi bisnis TikTok di AS diperkirakan sekitar Rp 233.80 triliun (US$14 miliar) , lebih rendah dari perkiraan awal analis. Hal ini menandakan situasi kompleks antara regulasi dan bisnis teknologi di pasar AS.

Analisis Ahli

Dr. Rina Susanti (Ekonom Digital)
Langkah ini menunjukkan bagaimana platform besar beradaptasi menghadapi persaingan ketat dan regulasi di berbagai negara dengan meningkatkan insentif finansial pada pasar utama mereka.
Budi Santoso (Analis Media Sosial)
Pendapatan yang lebih tinggi di AS dan Kanada bisa mendorong migrasi kreator global atau setidaknya mendorong peningkatan kualitas konten di pasar tersebut.