Perubahan Iklim dan Kepunahan: Masa Depan Makhluk Hidup di Bumi
Courtesy of CNBCIndonesia

Perubahan Iklim dan Kepunahan: Masa Depan Makhluk Hidup di Bumi

Artikel ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa kepunahan adalah fenomena alam yang tak terhindarkan bagi semua makhluk hidup akibat perubahan iklim. Hal ini relevan agar pembaca menyadari pentingnya dampak perubahan iklim dan memahami kemungkinan evolusi makhluk hidup setelah manusia punah.

30 Des 2025, 12.45 WIB
150 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perubahan iklim dapat memicu kepunahan massal di Bumi.
  • Spesies baru akan muncul dari spesies yang selamat dari kepunahan.
  • Kucing domestik mungkin berevolusi menjadi bentuk baru setelah kepunahan manusia.
Jakarta, Indonesia - Semua makhluk hidup di Bumi tidak dapat terhindar dari kepunahan, termasuk manusia. Perubahan iklim yang berlangsung saat ini meningkatkan risiko kepunahan besar-besaran, seperti yang pernah terjadi di waktu lampau. Para ahli khawatir dampak ini akan merusak keanekaragaman hayati yang kita miliki saat ini.
Paleobiolog Erin Saupe dari Oxford University menjelaskan bahwa pemanasan global di masa lalu menyebabkan hilangnya banyak spesies, terutama yang memiliki jangkauan geografis terbatas. Hewan kecil justru memiliki peluang bertahan lebih besar selama kepunahan massal, seperti yang terjadi saat zaman Cretaceous.
Tidak semua makhluk punah bersamaan; seleksi alam akan memilih spesies yang mampu bertahan dan memanfaatkan ruang yang kosong akibat kepunahan tersebut. Jonathan Losos dari Washington University mengatakan spesies baru akan muncul dari mereka yang berhasil melewati masa sulit ini.
Hewan yang dekat dengan kehidupan manusia seperti kucing, tikus, kecoa, dan merpati diprediksi akan mengalami evolusi pesat dan mungkin menguasai Bumi setelah manusia punah. Misalnya, kucing domestik bisa saja berevolusi menjadi makhluk dengan kemampuan dan bentuk tubuh baru yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, jelas bahwa perubahan iklim membawa dampak besar bagi seluruh kehidupan di Bumi. Kepunahan massal bukan hanya teori, tapi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama agar kita lebih peduli terhadap lingkungan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251230113033-37-698259/manusia-bakal-punah-diganti-makhluk-baru-begini-penjelasan-ilmuwan

Analisis Ahli

Erin Saupe
"Perubahan suhu yang drastis di masa lalu menjadi penyebab utama kepunahan massal dan menimbulkan kekhawatiran terhadap pemanasan global yang terjadi saat ini."
Jonathan Losos
"Seleksi alam pasca kepunahan massal menghasilkan spesies baru yang mengadaptasi kekosongan ekologis, seperti spesies yang bertahan dari kepunahan massal sebelumnya."

Analisis Kami

"Dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati tidak boleh dianggap remeh karena dapat menyebabkan kerusakan ekologis yang parah dan kepunahan spesies secara luas. Evolusi hewan yang dekat dengan manusia bisa jadi lebih cepat dan unik, tetapi hal ini juga menunjukkan betapa krisis lingkungan membawa konsekuensi yang mendalam bagi masa depan kehidupan di Bumi."

Prediksi Kami

Kucing domestik dan beberapa hewan yang sering hidup berdekatan dengan manusia akan mengalami evolusi signifikan dan mungkin mendominasi Bumi setelah manusia punah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada makhluk hidup di Bumi menurut artikel ini?
A
Semua makhluk hidup di Bumi pada akhirnya akan mengalami kepunahan.
Q
Siapa yang mengatakan bahwa kepunahan pada akhirnya tak bisa dihindari?
A
Erin Saupe, seorang paleobiolog di Oxford University, menyatakan bahwa kepunahan tak bisa dihindari.
Q
Apa yang mungkin terjadi pada spesies dengan jangkauan geografis kecil?
A
Kepunahan mungkin terjadi pada spesies dengan jangkauan geografis kecil karena perubahan suhu yang signifikan.
Q
Spesies apa yang diperkirakan akan mendominasi Bumi setelah kepunahan manusia?
A
Spesies seperti kucing, tikus, kecoa, dan merpati diperkirakan akan mendominasi Bumi setelah kepunahan manusia.
Q
Mengapa kucing dianggap memiliki potensi untuk berevolusi?
A
Kucing dianggap memiliki potensi untuk berevolusi menjadi bentuk baru yang belum pernah terlihat sebelumnya, seperti kucing berang-berang air.