TLDR
Perubahan iklim dapat memicu kepunahan massal di Bumi. Spesies baru akan muncul dari spesies yang selamat dari kepunahan. Kucing domestik mungkin berevolusi menjadi bentuk baru setelah kepunahan manusia. Semua makhluk hidup di Bumi tidak dapat terhindar dari kepunahan, termasuk manusia. Perubahan iklim yang berlangsung saat ini meningkatkan risiko kepunahan besar-besaran, seperti yang pernah terjadi di waktu lampau. Para ahli khawatir dampak ini akan merusak keanekaragaman hayati yang kita miliki saat ini.Paleobiolog Erin Saupe dari Oxford University menjelaskan bahwa pemanasan global di masa lalu menyebabkan hilangnya banyak spesies, terutama yang memiliki jangkauan geografis terbatas. Hewan kecil justru memiliki peluang bertahan lebih besar selama kepunahan massal, seperti yang terjadi saat zaman Cretaceous.Tidak semua makhluk punah bersamaan; seleksi alam akan memilih spesies yang mampu bertahan dan memanfaatkan ruang yang kosong akibat kepunahan tersebut. Jonathan Losos dari Washington University mengatakan spesies baru akan muncul dari mereka yang berhasil melewati masa sulit ini.Hewan yang dekat dengan kehidupan manusia seperti kucing, tikus, kecoa, dan merpati diprediksi akan mengalami evolusi pesat dan mungkin menguasai Bumi setelah manusia punah. Misalnya, kucing domestik bisa saja berevolusi menjadi makhluk dengan kemampuan dan bentuk tubuh baru yang belum pernah terlihat sebelumnya.Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, jelas bahwa perubahan iklim membawa dampak besar bagi seluruh kehidupan di Bumi. Kepunahan massal bukan hanya teori, tapi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama agar kita lebih peduli terhadap lingkungan.