Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

10 Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Kiamat Dunia Ini

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
04 Okt 2025
169 dibaca
1 menit
10 Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Kiamat Dunia Ini

Rangkuman 15 Detik

Kehadiran AI dan teknologi otonom dapat meningkatkan risiko eksistensial bagi umat manusia.
Perubahan iklim dan pandemik merupakan ancaman serius yang harus dihadapi secara global.
Tindakan dan keputusan pemimpin dunia berpengaruh besar terhadap kemampuan umat manusia dalam mengatasi masalah global.
Para ahli dari Pusat Studi Risiko Eksistensial (CSER) telah mengidentifikasi 10 tanda bahaya yang mengancam bumi dan kelangsungan hidup manusia. Mereka memberikan peringatan agar masyarakat dunia tidak mengabaikan risiko-risiko yang berkembang dan bisa berakhir pada kiamat atau kehancuran global. Salah satu ancaman utama adalah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan bisa menyamai kecerdasan manusia pada 2075. AI ini juga berpotensi meningkatkan risiko lain dan mempercepat kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Selain AI, ancaman pandemi juga menjadi perhatian besar karena risiko penyakit bisa muncul dari alam ataupun rekayasa genetika yang berbahaya. Eksperimen yang tidak hati-hati dapat meningkatkan peluang wabah yang mematikan bagi umat manusia. Perang dengan senjata berukuran kecil tapi destruktif yang sulit dilacak asalnya juga diprediksi menjadi masalah serius. Ditambah lagi dengan ancaman perang nuklir yang masih sangat nyata khususnya antara Rusia dan Amerika Serikat yang memiliki sebagian besar senjata nuklir dunia. Perubahan iklim dan tantangan kelangkaan pangan merupakan masalah krusial lain yang harus segera diatasi. Dengan populasi dunia yang terus bertambah, diperlukan langkah besar untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga lingkungan agar bencana besar dapat dicegah.

Analisis Ahli

Tallinn
AI tidak hanya akan menjadi sebuah alat, tapi juga bisa menjadi sumber risiko multifaset yang harus dikendalikan secara global agar tidak mempercepat bencana eksistensial.