Albania Gunakan AI Pertama untuk Cegah Korupsi dalam Pemerintahan
Courtesy of CNBCIndonesia

Albania Gunakan AI Pertama untuk Cegah Korupsi dalam Pemerintahan

Memperkenalkan penggunaan AI dalam pemerintahan untuk mengurangi korupsi dan meningkatkan efisiensi proses administrasi pengadaan publik di Albania.

29 Des 2025, 10.00 WIB
172 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Diella sebagai sistem AI adalah inovasi pertama di dunia dalam pemerintahan.
  • Kehadiran Diella bertujuan untuk mengurangi korupsi dalam pengadaan publik di Albania.
  • Edi Rama memiliki ambisi besar untuk membawa Albania bergabung dengan Uni Eropa, meskipun ada tantangan besar.
Tirana, Albania - Di Albania, pemerintah memperkenalkan Diella, sistem kecerdasan buatan pertama yang menjabat sebagai Menteri Negara AI untuk membantu mengelola pengadaan pemerintah. Ini merupakan langkah unik untuk mengurangi korupsi yang selama ini merajalela dan mempercepat layanan publik.
Diella dirancang sebagai asisten virtual yang kekebalan terhadap suap dan intervensi manusia, mampu mengeluarkan dokumen dengan stempel elektronik dan melayani masyarakat melalui perintah suara. Sistem ini sudah mulai dipakai di platform e-Albania untuk memudahkan urusan administrasi warga dan bisnis.
Perdana Menteri Edi Rama mengumumkan bahwa Diella kini 'hamil' dengan 83 anak digital yang akan membantu anggota parlemen dalam rapat, mencatat jalannya sidang, dan memberikan saran. Asisten-asisten digital ini akan mendapat informasi dari sistem induk Diella.
Meski ada skeptisisme dari masyarakat yang meragukan efektivitas dan kejujuran sistem AI di tengah budaya korup yang kuat, pemerintah Albania yakin inovasi AI ini dapat mengubah tata kelola negeri dan membuka jalan menuju keanggotaan Uni Eropa pada 2030.
Langkah Albania menjadi contoh awal bagaimana kecerdasan buatan dapat mengubah cara pemerintahan bekerja, tidak hanya di sektor industri tetapi juga dalam ranah publik, dengan harapan menciptakan proses yang lebih transparan, adil, dan bebas korupsi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251229082504-37-697790/geger-menteri-negera-hamil-83-anak-lahir-langsung-kerja

Analisis Ahli

Dr. Hanna Müller (Ahli AI dan Etika Teknologi)
"Penggunaan AI dalam pemerintahan memang menjanjikan efisiensi dan transparansi, tetapi tanpa kontrol yang tepat, sistem AI berpotensi dimanipulasi atau disalahgunakan."
Prof. Marko Petrovic (Pakar Tata Kelola Pemerintahan)
"Inovasi seperti Diella perlu disertai mekanisme audit dan pengawasan manusia yang kuat agar bisa benar-benar mengurangi korupsi tanpa menghadirkan celah baru."

Analisis Kami

"Inisiasi Diella di Albania merupakan langkah inovatif yang bisa menjadi model global dalam mengurangi korupsi di pemerintahan dengan bantuan AI. Namun, tanpa pengawasan manusia yang ketat dan transparansi penuh, risiko manipulasi tetap tinggi dan mungkin akan menjadi dilema etik yang sulit diatasi."

Prediksi Kami

Keberhasilan penggunaan Diella dapat memicu adopsi teknologi AI dalam pemerintahan negara lain, sementara kegagalan atau manipulasi sistem dapat memperkuat skeptisisme masyarakat terhadap penggunaan AI di ranah publik.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa Diella dan apa perannya?
A
Diella adalah sistem kecerdasan buatan yang ditunjuk sebagai Menteri Negara Kecerdasan Buatan pertama di dunia, yang berfungsi untuk membantu administrasi pengadaan publik di Albania.
Q
Mengapa Diella dianggap sebagai langkah penting dalam pemerintahan Albania?
A
Diella dianggap sebagai langkah penting karena dapat mengurangi korupsi dalam proses pengadaan publik dan meningkatkan efisiensi birokrasi.
Q
Apa hubungan antara Diella dan masalah korupsi di Albania?
A
Diella dirancang untuk mengatasi masalah korupsi yang telah lama mengganggu proses pengadaan pemerintah di Albania, yang sering terlibat dalam skandal.
Q
Apa saja tugas yang akan dilakukan oleh 'anak-anak' Diella?
A
'Anak-anak' Diella akan membantu anggota parlemen dengan mencatat rapat dan memberikan saran, serta memperoleh pengetahuan dari sistem induknya.
Q
Apa ambisi Edi Rama terkait dengan Uni Eropa?
A
Edi Rama bercita-cita untuk membawa Albania bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2030, meskipun banyak analis menyebutnya ambisius.