BRIN Uji Terbang Empat Pesawat Tanpa Awak untuk Dukung Teknologi Nasional
Courtesy of CNBCIndonesia

BRIN Uji Terbang Empat Pesawat Tanpa Awak untuk Dukung Teknologi Nasional

Mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak nasional yang andal dengan melakukan uji terbang untuk memastikan performa, sistem autopilot, telemetri, dan karakteristik aerodinamika sesuai harapan demi mendukung pemetaan dan pengawasan wilayah.

25 Des 2025, 21.15 WIB
170 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • BRIN melakukan uji terbang untuk mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak nasional.
  • Pesawat LSU 02 VTOL dan Alap-Alap dikembangkan sepenuhnya oleh para peneliti BRIN.
  • Uji terbang ini penting untuk memastikan sistem pesawat berfungsi dengan baik dan aman.
Bogor, Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Penerbangan menggelar uji terbang empat pesawat tanpa awak di Lanud Rumpin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan menguji performa dan sistem dari setiap pesawat sebagai bagian dari pengembangan teknologi penerbangan nasional.
Salah satunya adalah pesawat LSU 02 VTOL yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa memerlukan landasan panjang. Uji terbang LSU 02 berlangsung pada ketinggian 300 kaki dengan kecepatan 53 knot selama delapan menit, dan hasilnya sesuai dengan harapan.
Pesawat Alap-Alap diuji untuk mengoptimalkan sistem autopilot selama 30 menit pada ketinggian 800 kaki dan kecepatan 50 knot. Sistem autopilot bekerja dengan baik, mendukung misi pengawasan dan pemetaan.
Kresna diuji sistem telemetri yang mengirim data penerbangan secara real time. Pesawat ini terbang selama 10 menit dengan ketinggian dan kecepatan menyesuaikan kebutuhan, menunjukkan keberhasilan teknologi pengiriman data untuk kendali yang lebih baik.
Skywalker digunakan untuk mengenali karakteristik aerodinamika dan kestabilan saat terbang. Data yang diperoleh dari pengujian ini akan digunakan untuk penyempurnaan desain pesawat di masa depan, sekaligus menegaskan kemajuan teknologi drone nasional.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251225174617-37-697354/4-drone-buatan-ri-uji-terbang-bentuk-sangar-dan-begini-hasilnya

Analisis Ahli

Danartomo Kusumoaji
"Uji terbang ini merupakan tahapan penting untuk memastikan semua sistem pesawat tanpa awak berfungsi aman dan stabil sebelum digunakan dalam misi nyata."

Analisis Kami

"Kegiatan uji terbang yang dilakukan BRIN sangat strategis untuk memperkuat kemandirian teknologi penerbangan nasional, khususnya di bidang drone. Keberhasilan pengujian sistem autopilot dan telemetri menunjukkan kematangan teknologi yang akan mendukung berbagai aplikasi praktis di lapangan."

Prediksi Kami

Pengembangan teknologi pesawat tanpa awak nasional akan semakin maju dan mampu memenuhi kebutuhan strategis seperti pemetaan dan pengawasan wilayah secara lebih efektif di masa mendatang.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan uji terbang pesawat tanpa awak yang dilakukan oleh BRIN?
A
Tujuan uji terbang adalah untuk menguji performa terbang serta keandalan sistem masing-masing pesawat tanpa awak.
Q
Apa yang diuji pada pesawat LSU 02 VTOL?
A
Pada pesawat LSU 02 VTOL, yang diuji adalah kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal serta performa terbangnya.
Q
Apa fungsi dari sistem autopilot dalam pesawat Alap-Alap?
A
Sistem autopilot dalam pesawat Alap-Alap berfungsi untuk mengoptimalkan penerbangan mandiri dan meningkatkan teknologi penerbangan.
Q
Bagaimana Kresna berkontribusi dalam pengujian sistem telemetri?
A
Kresna berkontribusi dalam pengujian sistem telemetri dengan mengirimkan data penerbangan secara real-time ke stasiun kendali.
Q
Apa yang ingin dicapai melalui pengujian Skywalker?
A
Melalui pengujian Skywalker, diharapkan dapat mengenali karakteristik aerodinamika pesawat dan memperbaiki desain serta performanya.