Turbulensi Pesawat Meningkat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya
Sains
Iklim dan Lingkungan
03 Agt 2025
223 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Turbulensi pesawat diperkirakan akan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Biaya ekonomi akibat turbulensi dapat membebani maskapai penerbangan hingga jutaan dolar setiap tahunnya.
Teknologi baru dan penelitian terus dilakukan untuk mengurangi dampak turbulensi pada penerbangan.
Turbulensi pesawat kini makin sering terjadi dan semakin parah, salah satunya karena perubahan iklim yang mengubah suhu dan pola angin di atmosfer bagian atas. Perubahan ini membuat turbulensi yang sebelumnya jarang terjadi menjadi lebih sering dan berdampak lebih kuat selama penerbangan.
Profesor Paul Williams dari Universitas Reading memperkirakan turbulensi parah di seluruh dunia akan meningkat dua hingga tiga kali lipat dalam beberapa dekade mendatang. Ini berarti waktu turbulensi parah bisa bertambah dari 10 menit menjadi sampai 30 menit, yang berpotensi meningkatkan risiko cedera bagi penumpang tanpa sabuk pengaman.
Turbulensi dapat disebabkan oleh tiga jenis utama yaitu turbulensi konvektif (badai dan awan petir), orografis (udara di sekitar pegunungan), dan turbulensi udara jernih yang sulit dideteksi. Perubahan iklim memperparah dua jenis pertama sehingga turbulensi yang tidak terlihat bisa terjadi tiba-tiba dan berbahaya.
Beberapa maskapai dan otoritas penerbangan telah mengambil langkah untuk mengurangi risiko cedera akibat turbulensi, seperti Southwest Airlines yang menerapkan pengakhiran layanan kabin lebih awal dan Korean Airlines yang berhenti menyajikan mi demi mengurangi risiko luka bakar saat turbulensi terjadi.
Teknologi baru juga sedang dikembangkan, termasuk sayap pesawat yang dapat menyesuaikan gerakan untuk mengurangi efek turbulensi dan sistem AI yang dapat mendeteksi serta merespons turbulensi secara real-time. Walaupun masih dalam tahap awal, inovasi ini menawarkan harapan pengurangan dampak turbulensi di masa depan.
Analisis Ahli
Profesor Paul Williams
Perubahan iklim meningkatkan intensitas dan frekuensi turbulensi karena memperkuat aliran jet dan memperparah perbedaan suhu udara, hal ini berarti pilot harus menghadapi kondisi terbang yang semakin menantang.Chris Keane
Sayap pesawat sudah dirancang sangat fleksibel dan mampu menangani turbulensi hebat tanpa risiko kerusakan, sehingga turbulensi tidak perlu terlalu dikhawatirkan dari sisi struktur pesawat.

