Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Gagal Lagi, Namun Tetap Kejar Roket Ulang Pakai Kelas Orbit AS

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
23 Des 2025
5036 dibaca
2 menit
China Gagal Lagi, Namun Tetap Kejar Roket Ulang Pakai Kelas Orbit AS

TLDR

China sedang berusaha mengembangkan roket dapat digunakan kembali untuk meningkatkan kemampuan luar angkasa.
Roket Long March 12A mengalami kegagalan dalam pemulihan tahap pertama pada peluncuran perdana.
Teknologi roket dapat digunakan kembali dapat mendukung peluncuran konstelasi satelit besar-besaran.
China tengah berusaha keras mengembangkan teknologi roket yang dapat digunakan ulang untuk misi luar angkasa kelas orbit, sebuah teknologi yang selama ini hanya berhasil dilakukan oleh Amerika Serikat. Roket Long March 12A yang diproduksi oleh institusi negara baru saja melakukan peluncuran perdananya, tapi sayangnya tahap pertama roket ini gagal saat pendaratan ulang.Peluncuran dan kegagalan pendaratan ini merupakan kegagalan kedua China dalam sebulan terakhir dalam mengembalikan tahap pertama roket yang dipakai ulang. Keberhasilan pendaratan ulang ini sangat penting karena dapat menghemat biaya dan mempercepat peluncuran satelit, yang sangat dibutuhkan untuk proyek besar seperti jaringan satelit internet.Amerika Serikat menjadi pelopor dalam teknologi ini dengan SpaceX yang berhasil mengembangkan dan mempraktikkan roket Falcon 9 yang dapat digunakan ulang hampir satu dekade lalu. Baru-baru ini perusahaan lain dari AS, Blue Origin, juga berhasil mengoperasikan roket pakai ulang New Glenn.Dalam konteks persaingan global, China juga tengah mengembangkan dua proyek konstelasi satelit raksasa, Guowang dan Qianfan, yang mencanangkan untuk memiliki puluhan ribu satelit dan bersaing langsung dengan Starlink dari SpaceX. Keberhasilan teknologi roket pakai ulang akan sangat mendukung keberhasilan peluncuran dan pengoperasian proyek satelit tersebut.Walau saat ini China masih mengalami kendala teknis, langkah mereka dalam riset roket ulang pakai menunjukkan ambisi besar untuk mengejar teknologi luar angkasa tingkat lanjut. Jika berhasil, hal ini akan memberikan China keuntungan strategis dalam kompetisi teknologi ruang angkasa global dan menurunkan biaya akses luar angkasa.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.