Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Gagal Lagi, Namun Tetap Kejar Roket Ulang Pakai Kelas Orbit AS

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (3mo ago) astronomy-and-space-exploration (3mo ago)
23 Des 2025
245 dibaca
2 menit
China Gagal Lagi, Namun Tetap Kejar Roket Ulang Pakai Kelas Orbit AS

Rangkuman 15 Detik

China sedang berusaha mengembangkan roket dapat digunakan kembali untuk meningkatkan kemampuan luar angkasa.
Roket Long March 12A mengalami kegagalan dalam pemulihan tahap pertama pada peluncuran perdana.
Teknologi roket dapat digunakan kembali dapat mendukung peluncuran konstelasi satelit besar-besaran.
China tengah berusaha keras mengembangkan teknologi roket yang dapat digunakan ulang untuk misi luar angkasa kelas orbit, sebuah teknologi yang selama ini hanya berhasil dilakukan oleh Amerika Serikat. Roket Long March 12A yang diproduksi oleh institusi negara baru saja melakukan peluncuran perdananya, tapi sayangnya tahap pertama roket ini gagal saat pendaratan ulang. Peluncuran dan kegagalan pendaratan ini merupakan kegagalan kedua China dalam sebulan terakhir dalam mengembalikan tahap pertama roket yang dipakai ulang. Keberhasilan pendaratan ulang ini sangat penting karena dapat menghemat biaya dan mempercepat peluncuran satelit, yang sangat dibutuhkan untuk proyek besar seperti jaringan satelit internet. Amerika Serikat menjadi pelopor dalam teknologi ini dengan SpaceX yang berhasil mengembangkan dan mempraktikkan roket Falcon 9 yang dapat digunakan ulang hampir satu dekade lalu. Baru-baru ini perusahaan lain dari AS, Blue Origin, juga berhasil mengoperasikan roket pakai ulang New Glenn. Dalam konteks persaingan global, China juga tengah mengembangkan dua proyek konstelasi satelit raksasa, Guowang dan Qianfan, yang mencanangkan untuk memiliki puluhan ribu satelit dan bersaing langsung dengan Starlink dari SpaceX. Keberhasilan teknologi roket pakai ulang akan sangat mendukung keberhasilan peluncuran dan pengoperasian proyek satelit tersebut. Walau saat ini China masih mengalami kendala teknis, langkah mereka dalam riset roket ulang pakai menunjukkan ambisi besar untuk mengejar teknologi luar angkasa tingkat lanjut. Jika berhasil, hal ini akan memberikan China keuntungan strategis dalam kompetisi teknologi ruang angkasa global dan menurunkan biaya akses luar angkasa.

Analisis Ahli

Elon Musk
Teknologi roket ulang pakai adalah kunci revolusi luar angkasa yang memungkinkan biaya peluncuran turun drastis, dan saya yakin China juga akan sukses dengan pendekatan ini dalam beberapa tahun ke depan.
Peggy Whitson
Pengembangan roket ulang pakai di China menunjukkan kemajuan yang penting, tapi mereka perlu fokus pada kontrol pendaratan dan pengujian agar sesuai standar internasional.