Persaingan Ketat Roket Reusable China untuk Konstelasi Satelit Internet
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
27 Nov 2025
49 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tiga roket Cina bersaing untuk menjadi yang pertama dalam peluncuran roket yang dapat digunakan kembali.
Roket Long March 12A dan Zhuque-3 ditargetkan untuk peluncuran pada bulan Desember.
Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan merupakan lokasi penting untuk peluncuran roket-roket tersebut.
China kini tengah berada dalam persaingan ketat untuk meluncurkan roket yang dapat digunakan kembali pertama kalinya. Ada tiga roket yang siap diuji di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, yaitu Long March 12A, Zhuque-3, dan Tianlong-3. Ketiganya bertujuan membangun jaringan satelit internet besar di masa depan.
Long March 12A yang dimiliki negara dan Zhuque-3 dari perusahaan LandSpace berencana melakukan peluncuran pada bulan Desember. Salah satu fokus utama adalah melakukan pendaratan tahap pertama roket sekitar 400 km dari titik peluncuran agar roket bisa digunakan ulang.
Roket Tianlong-3 dari Space Pioneer juga didesain punya kemampuan pendaratan dan penggunaan ulang, namun tidak akan melakukan pendaratan pada penerbangan perdananya. Ini menunjukkan adanya pendekatan yang berbeda dari masing-masing perusahaan.
Ada juga dinamika politik di balik keputusan siapa yang berhak menjalankan peluncuran pertama. Beberapa pihak menilai kontraktor milik negara dapat menggunakan pengaruhnya untuk maju terlebih dahulu, meski tingkat kesiapan teknis antara Long March 12A dan Zhuque-3 hampir sama.
Peluncuran roket Zhuque-3 mengalami penundaan berkali-kali akibat insiden debris dari stasiun antariksa Tiangong yang terjadi pada awal November. Sementara itu, Long March 12A tampak sedang dalam tahap persiapan meningkat dengan pengujian mesin besar di landasan.
Analisis Ahli
Dr. Li Wei (Ahli teknologi luar angkasa, Beijing Institute of Space Technology)
Keberhasilan peluncuran roket reusable ini akan menjadi lompatan besar untuk industri antariksa China, membuka peluang pengembangan layanan satelit internet dengan biaya lebih rendah serta meningkatkan kemandirian teknologi nasional.
