Roket Reusable Pertama China Capai Orbit, Namun Gagal Kembali dengan Sukses
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
03 Des 2025
219 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Roket Zhuque-3 berhasil mencapai orbit meskipun gagal dalam pemulihan tahap pertama.
LandSpace, sebagai perusahaan pengembang, berusaha untuk bersaing dalam teknologi roket reusable.
Peluncuran dilakukan dari Jiuquan Satellite Launch Centre, menunjukkan kemajuan dalam program luar angkasa China.
China baru saja meluncurkan roket pertama yang bisa digunakan ulang, bernama Zhuque-3. Roket ini berhasil mencapai orbit pada peluncuran perdananya yang dilakukan dari pusat peluncuran di Jiuquan, China. Hal ini menjadi langkah penting bagi industri ruang angkasa komersial China yang semakin berkembang.
Sayangnya, tahap bawah roket yang biasanya diharapkan dapat kembali ke bumi dan digunakan ulang tidak berhasil. Tahap bawah ini terlihat terbakar di udara sebelum akhirnya jatuh dan terbakar dekat lokasi rencana pendaratan. Ini menunjukkan masih ada tantangan teknis yang harus diatasi agar teknologi ini berhasil sepenuhnya.
Teknologi roket yang dapat digunakan ulang baru dikuasai oleh Amerika Serikat saja sampai saat ini. SpaceX dengan Falcon 9-nya menjadi pionir dengan berhasil melakukan pendaratan roket tahap bawah setelah misi orbit. China berharap bisa menjadi negara kedua yang sukses dalam hal ini lewat pengembangan mereka.
Perusahaan yang mengembangkan Zhuque-3 adalah LandSpace, sebuah perusahaan komersial berbasis di Beijing. Mereka bekerja sama dengan lembaga-lembaga antariksa China dalam mengembangkan teknologi ini. Peluncuran ini juga sebagai tanda bahwa persaingan teknologi antariksa semakin ketat di tingkat global.
Meski mengalami kegagalan dalam pengembalian tahap bawah roket, keberhasilan mencapai orbit adalah tanda bahwa China makin dekat dengan teknologi roket reusable. Ke depan, China bisa memperbaiki sistemnya dan menguji lagi agar bisa bersaing dengan AS dalam peluncuran roket yang lebih murah dan efisien.
Analisis Ahli
elon musk
Teknologi roket bisa sangat menantang, terutama dalam mengelola bahan bakar dan mendaratkan booster dengan presisi. China melakukan langkah yang tepat dengan mencoba dan mengulang peluncuran, karena trial and error adalah bagian penting dari kemajuan.yale-nasa aerospace expert
Kegagalan tahap pengembalian adalah hal biasa dalam tahap pengembangan teknologi roket reusable, tapi keberhasilan mencapai orbit menjadi indikator kuat kesiapan teknologi yang semakin matang.
