Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Roket Reusable Pertama China Capai Orbit, Namun Gagal Kembali Dengan Sukses

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
03 Des 2025
2621 dibaca
2 menit
Roket Reusable Pertama China Capai Orbit, Namun Gagal Kembali Dengan Sukses

TLDR

Roket Zhuque-3 berhasil mencapai orbit meskipun gagal dalam pemulihan tahap pertama.
LandSpace, sebagai perusahaan pengembang, berusaha untuk bersaing dalam teknologi roket reusable.
Peluncuran dilakukan dari Jiuquan Satellite Launch Centre, menunjukkan kemajuan dalam program luar angkasa China.
China baru saja meluncurkan roket pertama yang bisa digunakan ulang, bernama Zhuque-3. Roket ini berhasil mencapai orbit pada peluncuran perdananya yang dilakukan dari pusat peluncuran di Jiuquan, China. Hal ini menjadi langkah penting bagi industri ruang angkasa komersial China yang semakin berkembang.Sayangnya, tahap bawah roket yang biasanya diharapkan dapat kembali ke bumi dan digunakan ulang tidak berhasil. Tahap bawah ini terlihat terbakar di udara sebelum akhirnya jatuh dan terbakar dekat lokasi rencana pendaratan. Ini menunjukkan masih ada tantangan teknis yang harus diatasi agar teknologi ini berhasil sepenuhnya.Teknologi roket yang dapat digunakan ulang baru dikuasai oleh Amerika Serikat saja sampai saat ini. SpaceX dengan Falcon 9-nya menjadi pionir dengan berhasil melakukan pendaratan roket tahap bawah setelah misi orbit. China berharap bisa menjadi negara kedua yang sukses dalam hal ini lewat pengembangan mereka.Perusahaan yang mengembangkan Zhuque-3 adalah LandSpace, sebuah perusahaan komersial berbasis di Beijing. Mereka bekerja sama dengan lembaga-lembaga antariksa China dalam mengembangkan teknologi ini. Peluncuran ini juga sebagai tanda bahwa persaingan teknologi antariksa semakin ketat di tingkat global.Meski mengalami kegagalan dalam pengembalian tahap bawah roket, keberhasilan mencapai orbit adalah tanda bahwa China makin dekat dengan teknologi roket reusable. Ke depan, China bisa memperbaiki sistemnya dan menguji lagi agar bisa bersaing dengan AS dalam peluncuran roket yang lebih murah dan efisien.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.