LandSpace Siap Luncurkan Roket Pakai Ulang, Dorong Industri Luar Angkasa China
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
26 Nov 2025
32 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Peluncuran Zhuque-3 dapat menjadi langkah besar bagi China dalam teknologi luar angkasa.
Reusabilitas roket dapat mengurangi biaya peluncuran dan meningkatkan akses ke luar angkasa.
Industri luar angkasa komersial China semakin berkembang dengan banyak perusahaan baru.
LandSpace, sebuah perusahaan start-up dari Beijing, akan melakukan peluncuran perdana roket Zhuque-3 yang dapat digunakan ulang pada hari Sabtu. Jika berhasil, teknologi ini akan membawa perubahan besar bagi industri luar angkasa China, terutama dalam efisiensi biaya peluncuran satelit ke orbit.
Roket yang dapat digunakan ulang merupakan teknologi yang sebelumnya dikembangkan secara signifikan oleh SpaceX, perusahaan luar angkasa asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk. Peluncuran oleh LandSpace menarik perhatian banyak ahli dan mendapat komentar langsung dari Musk sendiri.
Pertumbuhan sektor luar angkasa komersial di China sangat cepat, dengan lebih dari 90.000 perusahaan yang berfokus pada teknologi ruang angkasa saat ini. Sekitar 60 persen dari perusahaan tersebut baru berdiri dalam tiga tahun terakhir, menandakan ekspansi industri yang sangat pesat.
Keberhasilan misi ini tidak hanya akan memberikan keuntungan strategis dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan namun juga memperkuat posisi China sebagai pesaing utama Amerika Serikat dalam menguasai teknologi luar angkasa masa depan.
Dengan peluncuran Zhuque-3 yang dapat digunakan ulang, China berupaya menurunkan biaya peluncuran dan mempercepat pengembangan teknologi roket, yang pada akhirnya dapat membuka lebih banyak peluang bagi industri luar angkasa komersial domestik dan global.
Analisis Ahli
Elon Musk
Kemajuan teknologi luar angkasa China dengan roket yang dapat digunakan ulang menunjukkan betapa kompetitifnya industri global saat ini dan menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan.
