Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Negara-negara Batasi Media Sosial untuk Anak Demi Lindungi Kesehatan Mental

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (3mo ago) health-and-medicine (3mo ago)
20 Des 2025
67 dibaca
2 menit
Negara-negara Batasi Media Sosial untuk Anak Demi Lindungi Kesehatan Mental

Rangkuman 15 Detik

Malaysia berencana untuk mengikuti langkah Australia dalam membatasi akses media sosial untuk anak-anak.
Peraturan Pemerintah Tunas di Indonesia memperkenalkan pembatasan akses media sosial berdasarkan kategori usia.
Kesehatan mental anak menjadi fokus utama dalam pembahasan dampak media sosial.
Beberapa negara kini mulai membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak dan remaja. Kebijakan ini dilakukan untuk melindungi anak dari risiko bahaya di internet, seperti perundungan, penipuan, dan pelecehan. Indonesia sudah lebih dulu menerapkan aturan ini melalui Peraturan Pemerintah yang mengatur batas usia serta pengawasan orang tua. Malaysia berencana mengikuti langkah serupa dengan melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial. Pemerintah Malaysia sedang mengkaji cara terbaik untuk menerapkan aturan ini, mengacu pada pengalaman negara lain seperti Australia yang sudah memberlakukan larangan total untuk anak di bawah 16 tahun. Australia adalah negara pertama yang melarang total anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube mulai Desember 2025. Perusahaan media sosial harus memblokir akun anak-anak, jika tidak mereka bisa terkena denda hingga US$ 33 juta. Indonesia membedakan aturan berdasarkan usia dan tingkat risiko aplikasi. Anak di bawah 13 tahun hanya boleh mengakses platform yang sangat aman, sedangkan anak 16 tahun ke atas boleh mengakses media sosial risiko tinggi dengan pengawasan orang tua. Pemerintah juga menilai risiko aplikasi berdasarkan konten dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik anak. Penerapan aturan ini mendapat perhatian luas karena banyak bukti bahwa media sosial dapat berdampak buruk pada kesehatan mental anak. Pemerintah berharap anak-anak bisa mengganti aktivitas di media sosial dengan kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, musik, dan membaca agar perkembangan mereka tetap sehat.

Analisis Ahli

Dr. Siti Rahmawati (Psikolog Anak)
Pembatasan media sosial adalah langkah preventif penting untuk menjaga perkembangan psikologis anak agar tidak terganggu oleh konten negatif dan tekanan sosial yang berlebihan.
Prof. John Smith (Ahli Keamanan Siber)
Kebijakan ini menuntut peran serta teknologi yang lebih canggih dalam mengidentifikasi dan membatasi akses anak di bawah umur secara efektif, serta sanksi yang kuat agar perusahaan menerapkan aturan dengan disiplin.