X Corp dan Bluebird Bersaing Sengit Perjuangkan Nama Twitter Klasik
Courtesy of CNBCIndonesia

X Corp dan Bluebird Bersaing Sengit Perjuangkan Nama Twitter Klasik

Memberikan informasi tentang perseteruan hukum antara X Corp dan Bluebird terkait penggunaan nama dan merek Twitter yang berdampak pada identitas merek dan konsumen platform media sosial tersebut.

18 Des 2025, 14.35 WIB
298 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • X Corp menggugat Bluebird karena ingin menghidupkan kembali nama Twitter.
  • Perubahan merek oleh X Corp tidak berarti mereka mengabaikan hak merek dagang Twitter.
  • Michael Peroff yakin bahwa Bluebird akan berhasil dalam perjuangan hukum untuk mendapatkan nama Twitter.
Jakarta, Indonesia - Pada tahun 2022, Elon Musk membeli platform media sosial Twitter dengan harga 44 miliar dolar AS dan mengubah nama serta logo Twitter menjadi X Corp dengan identitas baru berwarna hitam dan simbol huruf X. Langkah ini menandai perubahan besar dalam sejarah platform yang sebelumnya dikenal dengan logo burung biru.
Setelah perubahan tersebut, perusahaan bernama Bluebird berencana untuk menghidupkan kembali nama lama Twitter melalui merek 'twitter.new'. Bluebird mengajukan pendaftaran merek dagang tersebut untuk mengambil alih hak atas nama yang sudah sangat dikenal di seluruh dunia itu.
X Corp menanggapinya dengan mengajukan gugatan hukum terhadap Bluebird, menyatakan bahwa upaya Bluebird adalah pencurian dan pelanggaran merek dagang. X Corp juga meyakinkan bahwa mereka masih aktif menggunakan merek Twitter dan tidak pernah meninggalkannya, sehingga Bluebird tidak berhak mengklaim nama tersebut.
Menurut X Corp, perubahan nama bukan berarti mereka mengabaikan hak merek dagang Twitter. Banyak pengguna masih menyebut platform tersebut sebagai Twitter dan mengaksesnya dengan alamat twitter.com, yang menunjukkan bahwa nama tersebut masih melekat dan penting bagi pengguna.
Michael Peroff, pendiri Bluebird, yakin bahwa mereka akan menang dalam gugatan ini dengan dasar hukum merek dagang yang jelas. Dia menyatakan kesiapan untuk melanjutkan proses hukum sampai mencapai tujuan mengambil alih nama Twitter.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251218122132-37-695363/twitter-mau-comeback-elon-musk-langsung-bereaksi

Analisis Ahli

Mark Levenson (Pakar Merek Dagang Internasional)
"Perlindungan merek dagang sangat esensial bagi perusahaan teknologi besar; perubahan merek harus dilakukan dengan prosedur yang jelas agar tidak menimbulkan gugatan hukum seperti ini."

Analisis Kami

"Perseteruan ini mencerminkan betapa kuatnya nilai merek dalam dunia digital, terutama untuk platform sebesar Twitter yang sudah melekat di benak jutaan pengguna. Menghapus atau mengubah merek besar tanpa persetujuan bisa menimbulkan kebingungan dan risiko hukum yang signifikan, sehingga X Corp memiliki alasan kuat untuk mempertahankan nama Twitter di mata konsumen."

Prediksi Kami

Gugatan hukum antara X Corp dan Bluebird kemungkinan akan berlangsung lama dan berujung pada keputusan pengadilan yang menentukan masa depan penggunaan nama Twitter, yang bisa berpengaruh pada identitas dan persepsi pengguna platform tersebut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan X Corp terkait dengan nama Twitter?
A
X Corp mengajukan gugatan terhadap Bluebird yang ingin menghidupkan kembali nama Twitter.
Q
Siapa yang ingin menghidupkan kembali nama Twitter?
A
Bluebird adalah perusahaan yang ingin menghidupkan kembali nama Twitter dengan sebutan 'twitter.new'.
Q
Apa motif Bluebird dalam mengajukan permohonan untuk nama Twitter?
A
Motif Bluebird adalah untuk mendaftarkan nama Twitter sebagai merek dagang mereka sendiri.
Q
Apa yang dikatakan X Corp tentang pengguna yang masih menggunakan nama Twitter?
A
X Corp menyatakan bahwa banyak pengguna masih menyebut platform sebagai Twitter dan mengaksesnya melalui twitter.com.
Q
Siapa Michael Peroff dan apa keyakinannya terkait gugatan ini?
A
Michael Peroff adalah pendiri Bluebird yang yakin bahwa mereka akan berhasil dalam merebut nama Twitter.