Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Proyek Great Green Wall Tiongkok: Menghijaukan Gurun dengan Tantangan Besar

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (4mo ago) climate-and-environment (4mo ago)
17 Des 2025
272 dibaca
2 menit
Proyek Great Green Wall Tiongkok: Menghijaukan Gurun dengan Tantangan Besar

Rangkuman 15 Detik

Tembok Hijau Raksasa merupakan upaya besar China untuk mengatasi masalah penggurunan dan erosi tanah.
Walaupun terdapat keberhasilan dalam penanaman pohon, tantangan seperti rendahnya tingkat kelangsungan hidup pohon dan masalah air tetap ada.
Proyek ini menginspirasi inisiatif serupa di negara lain, termasuk di Afrika, untuk menahan degradasi lahan.
China telah memulai sebuah proyek besar bernama Great Green Wall atau Tembok Hijau Raksasa sejak tahun 1978 untuk mengatasi masalah penggurunan yang terus meluas di wilayah utara negara tersebut. Proyek ini bertujuan menahan perluasan Gurun Gobi dan Taklamakan dengan cara menanam pohon secara masif di sepanjang perbatasan negara dengan Mongolia, Kazakhstan, dan Kirgizstan. Hingga saat ini, lebih dari 66 miliar pohon telah ditanam, dan pemerintah China berencana menanam tambahan 34 miliar pohon dalam 25 tahun ke depan. Jika berhasil, tutupan hutan di China bisa meningkat hingga 10% dibandingkan kondisi akhir tahun 1970-an, yang juga akan membantu mengurangi erosi tanah dan badai pasir yang sering terjadi di wilayah utara. Meski begitu, proyek ini menghadapi beberapa tantangan besar. Banyak area menggunakan satu atau dua jenis pohon saja, seperti poplar dan willow, yang rentan terhadap penyakit. Selain itu, keterbatasan air di wilayah yang kering menyebabkan banyak pohon mati jika tidak dirawat dengan baik. Para ahli juga memperingatkan bahwa beberapa tindakan yang diambil dapat memperparah penggurunan. Selain itu, para ilmuwan masih berbeda pendapat tentang seberapa efektif proyek ini dalam mengurangi badai pasir. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan frekuensi badai pasir, tetapi ada juga yang menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh perubahan iklim daripada penanaman pohon. Proyek ini juga dianggap kurang mendukung keanekaragaman hayati dibandingkan jika menggunakan tanaman lokal yang beragam. Meski begitu, Great Green Wall menjadi proyek panutan bagi negara-negara lain, termasuk Afrika yang sedang melakukan upaya serupa untuk menahan degradasi lahan dan penggurunan. Jika sukses, proyek ini dapat menjadi model solusi lingkungan global dalam menanggulangi tantangan penggurunan dan perubahan iklim.

Analisis Ahli

Xian Xue
Penanaman pohon secara besar-besaran di wilayah kering justru dapat mempercepat penggurunan karena menguras kelembapan tanah dan muka air tanah.