Penanaman Pohon Bisa Sebabkan Kekeringan, Perlu Strategi Lokal
Sains
Iklim dan Lingkungan
21 Agt 2025
131 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penanaman pohon bisa menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah meskipun meningkatkan vegetasi.
Kondisi regional sangat penting dalam menentukan dampak dari penanaman pohon.
Studi ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara vegetasi dan kelembaban tanah di seluruh dunia.
Sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti dari China mengungkapkan bahwa di hampir setengah wilayah dunia, jumlah tanaman yang bertambah justru membuat kelembaban tanah menurun. Ini berarti penanaman pohon tidak selalu membawa dampak positif seperti yang sering diasumsikan, terutama berkaitan dengan ketersediaan air di tanah.
Penelitian ini menggunakan data selama beberapa dekade yang menggabungkan berbagai database dan model untuk mengamati hubungan antara peningkatan vegetasi dan perubahan kelembaban tanah. Mereka menemukan pola yang disebut ‘greening-drying’, di mana beberapa daerah mengalami kekeringan tanah meskipun ada lebih banyak tanaman yang tumbuh.
Wilayah yang mengalami greening-drying termasuk beberapa bagian Amerika Serikat, Asia Tengah, Afrika Tengah, Eropa bagian dalam, Australia selatan, dan Amerika Selatan. Berbeda dengan itu, beberapa wilayah lain seperti bagian tengah Amerika Utara, Asia Timur Laut, dan anak benua India justru menunjukkan peningkatan kelembaban tanah seiring bertambahnya vegetasi.
Selain itu, negara seperti China menunjukkan pola yang campur aduk, dengan beberapa daerah mengalami kekeringan tanah meskipun vegetasi bertambah, dan daerah lain menunjukkan peningkatan kelembaban. Temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kebijakan penghijauan perlu disesuaikan dengan kondisi lokal agar tidak menimbulkan masalah baru.
Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi penghijauan yang mempertimbangkan kondisi ekosistem dan iklim lokal secara detail. Jika tidak, upaya menanam pohon dan meningkatkan vegetasi bisa berujung pada masalah kekeringan yang akan berpengaruh buruk pada pertanian dan sumber daya air.
Analisis Ahli
Dr. Wang Li (Ahli Ekologi China)
Penting untuk mengintegrasikan data klimatologi dan hidrogeologi dalam upaya penghijauan agar kebijakan bisa dioptimalkan sesuai kondisi tiap wilayah.Prof. Maria Gonzalez (Ahli Lingkungan Global)
Studi ini memperlihatkan bahwa interaksi antara vegetasi dan kelembaban tanah sangat kompleks dan harus menjadi pertimbangan utama dalam mitigasi perubahan iklim.
