Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Texas Gugat 5 Produsen TV Terbesar Soal Pengumpulan Data Pribadi Tanpa Izin

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
16 Des 2025
1449 dibaca
2 menit
Texas Gugat 5 Produsen TV Terbesar Soal Pengumpulan Data Pribadi Tanpa Izin

TLDR

Gugatan Texas menunjukkan perhatian serius tentang privasi pengguna terkait teknologi TV.
Produsen TV dituduh secara tidak etis mengumpulkan data pribadi tanpa persetujuan konsumen.
Hubungan perusahaan dengan negara asing dapat menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut tentang pengawasan.
Pengadilan Texas mengajukan gugatan terhadap lima produsen TV besar yaitu Sony, Samsung, LG, Hisense, dan TCL. Gugatan ini menuduh bahwa TV mereka secara diam-diam merekam apa yang ditonton konsumen tanpa persetujuan yang jelas. Teknologi yang digunakan disebut Automatic Content Recognition (ACR), yang bisa mengidentifikasi berbagai jenis tontonan, mulai dari program TV sampai perangkat lain yang terhubung ke TV.Gugatan menyatakan bahwa ACR tidak hanya merekam acara TV dan streaming, tapi juga data dari kamera keamanan dan perangkat yang menggunakan fitur seperti Apple AirPlay dan Google Cast. Bahkan, TCL dan Hisense dituduh menjadi bagian dari sistem pengawasan yang berhubungan dengan pemerintah China, yang menimbulkan kekhawatiran soal keamanan nasional.Texas menuduh para produsen TV menggunakan metode yang tidak transparan dan menipu dalam meminta persetujuan pengguna agar ACR bisa diaktifkan. Samsung dan Hisense disebut mengambil screenshot layar TV setiap setengah detik, yang dinilai sangat invasi terhadap privasi pengguna. Data yang dikumpulkan kemudian dijual untuk keperluan iklan tertarget tanpa sepengetahuan konsumen.Selain tuntutan tentang pelanggaran privasi, gugatan Texas meminta pengadilan untuk memberikan denda dan melarang lima produsen tersebut mengumpulkan serta menjual data dari konsumen di Texas. Kasus ini mengingatkan kasus serupa yang pernah menimpa Vizio di tahun 2017, yang harus membayar denda sebesar 2,2 juta dolar Amerika Serikat.Ken Paxton, jaksa agung Texas, menyatakan bahwa kepemilikan televisi tidak boleh berarti kehilangan hak atas privasi. Dia menekankan bahwa konsumen tidak boleh menjadi sasaran pengawasan besar-besaran ilegal, terutama oleh perusahaan teknologi dan negara asing. Kasus ini bisa menjadi preseden penting dalam perlindungan data di era teknologi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.