TLDR
Google TV menghadapi tantangan besar dalam monetisasi meskipun memiliki basis pengguna yang besar. YouTube telah menjadi sumber pendapatan utama bagi Google, mengurangi fokus pada Google TV. Persaingan dengan Amazon dan Roku membuat Google mempertimbangkan kembali investasi mereka dalam platform TV pintar. Google telah lama mencoba memperkuat posisi di pasar smart TV melalui platform Google TV, yang awalnya menggabungkan Chromecast dan Android TV untuk memberikan pengalaman hiburan yang lebih baik dan mudah diakses. Namun, meski jumlah perangkat aktif sudah sangat besar, Google gagal mendapatkan keuntungan yang sepadan dari investasi mereka, terutama dari iklan yang menjadi sumber utama pendapatan.Salah satu masalah yang dialami Google adalah persaingan ketat dengan Amazon yang menggunakan strategi pembayaran bounty yang besar kepada produsen TV dan pengecer seperti Costco untuk menggantikan perangkat Google TV dengan Fire TV milik Amazon. Ini sangat memberatkan Google karena harus mengeluarkan biaya besar untuk mempertahankan kerja sama dengan mitra mereka.Selain itu, Google mengubah peraturan pembagian pendapatan iklan dengan penerbit konten di Google TV. Dari sebelumnya mengambil sebagian besar inventaris iklan, Google mulai mengembalikan slot iklan tersebut kepada penerbit dengan imbalan persentase dari pendapatan iklan, tanda bahwa Google mengakui ketidakmampuan mereka dalam menjual iklan secara efektif di platformnya.Di sisi lain, YouTube justru mencatat pertumbuhan sangat pesat dalam penggunaan di TV, dan pendapatan iklan dari YouTube di TV mencapai angka milyaran dolar. Hal ini menyebabkan Google memprioritaskan YouTube dibandingkan Google TV, bahkan ada argumen internal bahwa anggaran Google TV lebih baik dialihkan untuk memperkuat YouTube.Kini Google berada di titik kritis di mana mereka harus menentukan seberapa besar investasi yang masih layak dikeluarkan untuk Google TV. Meskipun belum ada keputusan untuk menghentikan proyek, ada kemungkinan Google akan memangkas dana dan memperlakukan platform ini sebagai proyek sampingan dibandingkan fokus penuh, mengikuti jejak Apple yang tidak serius menggarap smart TV.