Waspadai Peran ‘Orang Tua’ dalam Hubungan Romantis yang Menguras Emosi
Courtesy of Forbes

Waspadai Peran ‘Orang Tua’ dalam Hubungan Romantis yang Menguras Emosi

Memberikan kesadaran akan tanda-tanda ketika satu pasangan mulai mengambil peran 'orang tua' dalam hubungan yang tidak seimbang, serta memberikan langkah berdasarkan bukti untuk mengatasi dan mengubah dinamika tersebut demi kesehatan emosional dan kesejahteraan kedua pasangan.

15 Des 2025, 00.30 WIB
150 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Peran orangtua dalam hubungan dapat muncul secara perlahan dan tidak disadari.
  • Ketidakseimbangan tanggung jawab dapat berdampak negatif pada kesehatan mental kedua pasangan.
  • Penting untuk mengenali tanda-tanda pergeseran peran untuk membangun kemitraan yang lebih seimbang.
Dalam sebuah hubungan romantis, kadang-kadang terjadi ketidakseimbangan dimana salah satu pasangan mengambil peran seperti ‘orang tua’ dalam mengelola berbagai tanggung jawab baik secara emosional maupun praktis. Peran ini biasanya berkembang secara perlahan tanpa disadari oleh kedua pihak dan seringkali karena adanya kekurangan dalam stabilitas atau fungsi emosional di dalam hubungan itu sendiri.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meski tugas fisik dalam rumah tangga dibagi rata, pasangan perempuan sering kali memikul beban kognitif yang tidak terlihat seperti mengatur segala hal, yang disebut sebagai beban mental. Beban ini bisa meningkatkan stres, rasa lelah, hingga depresi, yang berkontribusi pada menurunnya kualitas hubungan secara keseluruhan.
Dalam hubungan dengan peran ‘orang tua’, satu pasangan menjadi penenang utama, pengatur konflik, dan orang yang selalu menjaga kestabilan emosional, sementara pasangan lainnya cenderung lebih pasif atau bahkan menghindar. Kondisi ini membuat tanggung jawab pengelolaan hubungan tidak lagi menjadi usaha bersama, melainkan terpusat pada satu orang saja.
Tanda lain dari pola ini adalah turunnya ekspektasi lebih dulu pada pihak yang berfungsi sebagai ‘orang tua’. Mereka mulai merasa bahwa mendapatkan inisiatif atau perhatian dari pasangannya yang pasif adalah sebuah keberhasilan besar, layaknya memberi pujian pada seorang anak yang akhirnya melakukan sesuatu yang sederhana setelah banyak kali diingatkan.
Dinamika ini dapat menyebabkan kelelahan pada pasangan yang berperan sebagai ‘orang tua’ serta stagnasi pada pasangan yang pasif. Namun, mengenali tanda-tanda ini dapat membuka peluang bagi kedua pihak untuk bersama-sama mengubah pola tersebut menuju hubungan yang lebih setara dan sehat secara emosional.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/traversmark/2025/12/14/2-signs-youre-the-parent-in-your-relationship-by-a-psychologist/

Analisis Ahli

Dr. John Gottman
"Ketidakseimbangan peran dalam hubungan menyebabkan ketegangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kemungkinan konflik jangka panjang. Pasangan harus belajar berbagi beban emosional agar hubungan tetap sehat."
Dr. Brené Brown
"Emotional labor yang tidak setara adalah sumber utama kelelahan dan rasa tidak dihargai dalam hubungan. Keberanian untuk mengungkapkan perasaan dan harapan dapat membantu memperbaiki peran yang timpang."

Analisis Kami

"Dinamika peran 'orang tua' dalam hubungan romantis adalah bumerang yang merusak keseimbangan emosional dan kualitas hubungan secara perlahan tapi pasti. Kesadaran awal dan komunikasi terbuka antara pasangan adalah kunci untuk menghindari jebakan ini sebelum mentransformasi ke tingkat kerusakan yang sulit diperbaiki."

Prediksi Kami

Jika dinamika orang tua dan anak dalam hubungan ini tidak segera diatasi, pasangan yang berperan 'orang tua' kemungkinan akan mengalami kelelahan emosional dan mental, sementara pasangan yang lain mungkin akan stagnan tanpa berkembang atau berusaha lebih dalam hubungan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan dinamika orangtua dalam hubungan romantis?
A
Dinamika orangtua dalam hubungan romantis adalah ketika satu pasangan mengambil peran sebagai pengelola tanggung jawab emosional dan praktis, sementara yang lain menjadi tergantung.
Q
Apa tanda-tanda bahwa satu pasangan menjadi orangtua dalam hubungan?
A
Tanda-tanda termasuk kurangnya harapan dari pasangan yang berfungsi rendah dan satu pasangan selalu mengambil inisiatif dalam menyelesaikan masalah.
Q
Mengapa peran orangtua dalam hubungan bisa menjadi melelahkan?
A
Peran orangtua bisa melelahkan karena satu pasangan harus menanggung beban emosional dan logistik, yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan.
Q
Apa dampak dari ketidakseimbangan tanggung jawab dalam hubungan?
A
Dampak dari ketidakseimbangan tanggung jawab dapat menyebabkan kelelahan bagi pasangan yang berfungsi lebih, serta stagnasi bagi pasangan yang kurang berfungsi.
Q
Bagaimana cara mengubah dinamika orangtua menjadi kemitraan yang lebih seimbang?
A
Mengubah dinamika dapat dilakukan dengan mengakui ketidakseimbangan dan mulai membagi tanggung jawab secara lebih adil.